Sampah Botol Plastik Suroboyo Bus Terkumpul 39 Ton Bernilai Rp 150 Juta

Kompas.com - 12/06/2019, 22:37 WIB
Suroboyo Bus diparkir di halaman Balai Kota Surabaya Dok. Pemkot SurabayaSuroboyo Bus diparkir di halaman Balai Kota Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Sejak Suroboyo Bus dioperasikan pada 2018, sampah botol plastik yang terkumpul sebanyak 39 ton hingga Januari 2019 lalu.

Botol plastik yang terkumpul itu kemudian dilelang melalui Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) senilai Rp 150 juta.

Hasil penjualan botol plastik itu masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya.

Untuk diketahui, penumpang Suroboyo Bus memang tidak dikenakan tarif. Namun, penumpang diharuskan membawa botol plastik.

Botol plastik yang dikumpulkan bisa berupa tiga botol plastik besar ukuran 1.500 militer, lima botol plastik sedang ukuran 600 mililiter, atau 10 gelas plastik ukuran 240 mililiter.

Baca juga: Risma Tambah 10 Unit Suroboyo Bus, Minggu Ini Bakal Dioperasikan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pelelangan botol plastik itu tidak ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melainkan diserahkan kepada DJKN.

Menurut dia, lelang tersebut dimenangkan oleh perusahaan pengelola sampah plastik menjadi biji plastik yakni PT Langgeng Jaya Plastindo senilai Rp 150 juta.

 "Karena botol plastik yang terkumpul itu sudah ditetapkan sebagai kekayaan daerah, sehingga secara otomatis botol sampah 39 ton tersebut dilelang oleh DJKN. Sistem lelang yang digunakan ini mencari pemenang dengan penawaran tertinggi, waktu itu dibuka dari harga Rp 80 juta," kata Eri, Rabu (12/6/2019).

Baca juga: Melihat Kantor Kecil Petugas UPK Badan Air dari 1.000 Sampah Botol Plastik

Lelang botol plastik hasil pendapatan Suroboyo Bus itu baru dilakukan pertama kali. Sebab, kata Eri, sebelumnya belum ditetapkan siapa pihak yang berwenang menangani penjualan tersebut.

"Kami baru melelang botol plastik itu setelah semuanya clear, baru kami lelang," ujarnya.

"Dananya masuk ke PAD retribusi, atau bisa masuk ke pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau bisa masuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masuk jadi satu, setelah itu baru dibelanjakan,” jelasnya.

 Ia mengklaim, minat warga untuk menggunakan Bus Suroboyo yang kini jumlahnya sebanyak 20 unit itu mengalami peningkatan. Hal itu juga berdampak pada meningkatnya jumlah botol plastik.

Pembayaran menggunakan botol plastik itu dinilai cukup efektif untuk menangani dampak sampah plastik di Surabaya.

"Mudah-mudahan sistem pembayaran ini (botol plastik) terus berlaku. Tiket bus dengan botol plastik ini jadi percontohan sampai internasional," imbuh Eri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelanggar PSDD di Timika, Dihukum Push Up hingga Jalani Rapid Test

Pelanggar PSDD di Timika, Dihukum Push Up hingga Jalani Rapid Test

Regional
Jumlah Kasus Meningkat Covid-19, Pemprov Maluku Kekurangan Analis Swab

Jumlah Kasus Meningkat Covid-19, Pemprov Maluku Kekurangan Analis Swab

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Mei 2020

Regional
14 Tahun Gempa Yogya: Kisah Warga Satu Dusun di Sleman Naik Truk Bantu Korban Gempa di Bantul

14 Tahun Gempa Yogya: Kisah Warga Satu Dusun di Sleman Naik Truk Bantu Korban Gempa di Bantul

Regional
Pamit Mencuci Baju, Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas, Anaknya Hilang

Pamit Mencuci Baju, Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas, Anaknya Hilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Mei 2020

Regional
Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak 20 Warung dan 2 Gudang Lobster di Pantai Payangan

Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak 20 Warung dan 2 Gudang Lobster di Pantai Payangan

Regional
Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

Regional
Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

Regional
Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

Regional
Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Regional
Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X