300 Anggota Satpol PP Tes Urine, Sanksi Pecat jika Hasilnya Positif

Kompas.com - 12/06/2019, 21:17 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (12/6/2019) Kompas.com/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (12/6/2019)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin Munawaroh menyebut ada 300 anggota Satpol PP yang melakukan tes urine di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor.

"Ada sekitar 300 orang seluruh Satpol-PP mulai dari kasat sampai yang paling rendah," katanya kepada Kompas.com saat ditemui usai sidang rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Rabu (12/6/2019).

Meski demikian, Ade mengaku hingga saat ini ia belum mendapat hasil tes urine tersebut dari BNNK.

"Tes urine belum dapat, hasilnya belum ada," ujarnya.

Baca juga: Pastikan Pemudik Nyaman, BNN Tes Urine Seluruh Sopir Bus Lintas Aceh-Medan

Ketua DPW PPP itu mengaku jika langkah tersebut untuk menjaga kewibawaan petugas Satpol PP agar memberi contoh yang baik sebagai penegak perda.

"Ini langkah preventif kita untuk menjaga kewibawaan petugas-petugas Satpol PP yang ada di Kabupaten Bogor, ya itulah sebagai penegak Perda harus memberikan contoh yang baik dimulai dari situ makanya saya sidak pertama ke situ (kantor Satpol PP)," terangnya.

Menurutnya, apabila ditemukan hasil positif dari tes urine tersebut, ia tak segan-segan melakukan tindakan tegas hingga berujung pemecatan.

"Apabila ditemukan positif, tentunya harus ada tindakan tegas dari pemerintah daerah karena ini menyangkut perbuatan pidana. Seperti ketika masuk kepolisian saja tidak ada yang namanya penangguhan apalagi pegawai sipil yang tidak boleh bersentuhan narkoba itu sanksinya dipecat," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Ade Yasin Munawaroh melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di hari pertama kerja usai libur panjang Lebaran, Senin (10/6/2019).

Ketika itu, ia menemukan barang bukti sitaan berupa botol minuman keras (miras) dalam kondisi kosong hingga tumpukan sampah di Kantor Satpol PP Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Antisipasi Kecelakaan, Polisi Tes Urine Sopir Bus di Bandung

Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Bogor Supeno mengaku, hingga kini pihaknya masih melakukan proses tes urine terhadap 300 anggota Satpol PP.

"Hasilnya belum disampaikan masih proses, dari 300 itu yang datang baru 232, sisanya belum terus kemarin itu ada juga 25 tadi juga masih ada lagi," ucapnya saat dihubungi Kompas.com.

Adapun jumlah tersebut terdiri dari para petugas hasil sidak Bupati Bogor Ade Yasin. Tes urine tersebut dilaksanakan di lokasi sidak kemudian sisanya di kantor BNNK.

"Yang kemarin Satpol PP hari Senin Bupati langsung ngambil, apel di sana langsung di laksanakan tes urine, kalau yang kemarin sama yang tadi langsung ke BNNK. Hasilnya masih nunggu ya," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X