Dianggap Membahayakan, Penerbangan Puluhan Balon Udara Digagalkan

Kompas.com - 12/06/2019, 19:15 WIB
Polisi Trenggalek Jawa Timur menggagalkan upaya penerbangan balon udara secara liar, dan langsung dilakukan penyitaan (12/06/2019) Dok. Humas Polres TrenggalekPolisi Trenggalek Jawa Timur menggagalkan upaya penerbangan balon udara secara liar, dan langsung dilakukan penyitaan (12/06/2019)

TRENGGALEK,KOMPAS.com – Jajaran Polisi Resor Trenggalek Jawa Timur mengamankan sekitar 20 balon udara yang hendak diterbangkan, Rabu (12/6/2019). Ada sebagian balon yang sudah terlanjur diterbangkan secara liar sebelum diamankan.

Ke-20 balon udara berbagai bentuk dan ukuran tersebut diamankan dari empat wilayah, yakni Kecamatan Tugu, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Durenan, dan Kecamatan Gandusari.

"Polisi melaksanakan patroli antisipasi penerbangan balon udara dan menggagalkan balon udara yang akan diterbangkan," terang Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi, melalui rilis yang disampaikan lewat pesan singkat.

Baca juga: Pelepas Balon Udara Ancaman Penerbangan Dapat Dipenjara 2 Tahun dan Denda Rp 500 Juta

Awalnya, jajaran polisi sektor kecamatan Pogalan, menggangalkan penerbangan balon udara di Desa Kedunglurah Trenggalek. Balon udara yang berhasil digagalkan terbang sebanyak dua buah. Masing-masing berukuran sekitar 2 x 3 meter.

Balon udara tersebut rencananya hendak diterbangkan dengan menggunakan tenaga uap panas yang bersumber dari tungku api yang digantung pada ujung bawah balon.

“Tiga balon udara lainnya telah lebih dulu diterbangkan di pagi hari,” ujar Kapolsek Pogalan AKP Mahmudi.

Terpantau, sekitar pukul 07.00 WIB, sejumlah balon udara mengudara terbang bebas secara liar tanpa tali pengait, di wilayah kabupaten Trenggalek.

Sebelumya, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat polsek, untuk sosialisasi akan bahaya balon udara.

Selain mengganggu jalur penerbangan, balon udara juga bisa menyebabkan kebakaran serta korsleting listrik.

"Kami sudah instruksikan ke seluruh Bhabinkamtibmas di tingkat polsek, untuk sosialisasi bahaya balon udara,” terang Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S.

Baca juga: 5 Fakta Keberadaan Balon Udara, Bisa Ledakkan Pesawat hingga Ganggu Penerbangan

Di wilayah Trenggalek,Setiap perayaan Lebaran ketupat yang jatuh pada H+7 Idul Fitri,  sudah menjadi tradisi menerbangkan balon udara. Sebelum ada aturan maupun larangan, setiap Lebaran ketupat, ribuan balon udara mengudara. Karena berpotensi membahayakan,akhirnya penerbangan balon udara dilarang dan diatur.

“Penerbangan balon udara boleh dilaksanakan asal memenuhi kriteria. Yakni diberi tali pengait dan memperhatikan batasan tinggi dan ukuran,” ujar Kapolres Trenggalek Didit Bambang S.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X