Pelepas Balon Udara Ancaman Penerbangan Dapat Dipenjara 2 Tahun dan Denda Rp 500 Juta

Kompas.com - 07/06/2019, 21:11 WIB


MAKASSAR, KOMPAS.com – Setelah menerima 28 laporan balon udara yang mengancam keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia langsung berkoordinasi dengan stakeholder untuk menyampaikan kepada masyarakat bahaya yang ditimbulkan bagi penerbangan pesawat.

General Manager Makassar Air Traffic Service Control (MATSC), Novy Pantaryanto dalam keterangan persnya, Jumat (7/6/2019) mengatakan, pelepas balon udara dapat dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, terancam dikenakan kurungan penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 500 juta.

“Setelah 28 laporan balon udara di langit Pulau Jawa, kami langsung berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Karena sangat berbahaya dan mengancam keselamatan penerbangan. Bayangkan saja, jika dari seribuan pesawat yang melintas ada yang terkena balon udara. Bisa menjadi bencana kemanusiaan,” kata dia.

Baca juga: 5 Fakta Keberadaan Balon Udara, Bisa Ledakan Pesawat hingga Ganggu Penerbangan

Novy menuturkan, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, pemda setempat, AirNav Indonesia, aparat kemanan dari Kepolisian dan TNI.

Dari situ, stakeholder terkait lalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya balon udara.

”Mudah-mudahan, ini bisa dimengerti seutuhnya oleh masyarakat. Kami menghargai adat dan budaya, tapi jangan sampai mengancam keselamatan manusia. Kami sekarang sangat mengandalkan aparat keamanan untuk mengatasi balon udara yang mengancam keselamatan penerbangan saat ini,” tutur dia.

Novy mengungkapkan, pihaknya telah menerjunkan tim ke beberapa kabupaten di Pulau Jawa untuk melakukan sosialisasi dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Di mana daerah yang diprediksi setiap tahunnya menggelar perayaan pelepasan balon udara.

Baca juga: Balon Udara Bertabung Gas 3 Kg Bisa Ledakkan Pesawat

“Sosialisasi dihadiri Kementerian Perhubungan, pemda setempat, stakeholder terkait, AirNav Indonesia, aparat keamanan baik Kepolisian maupun TNI. Setelah diidentifikasi, kejadian pelepasan balon udara saat Hari Raya Idul Fitri, lokasinya bergeser dan tidak sama dengan lokasi pada tahun lalu,” ujar dia.

Novy menambahkan, pihaknya membutukan kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat untuk dapat menghilangkan bahaya dari balon udara bagi penerbangan.

“Bayangkan kalau sebuah pesawat terkena balon udara yang isinya 160-an penumpang dan 7 orang kru pesawat,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.