Bupati Puncak Jaya Papua Janji Bantu Anggota KKSB yang Kembali ke NKRI

Kompas.com - 11/06/2019, 20:34 WIB
Talengga Gire saat mencium Bendera Merah Putih sebagai tanda setia terhadap NKRI, Selasa (11/6/2019) ISTIMEWATalengga Gire saat mencium Bendera Merah Putih sebagai tanda setia terhadap NKRI, Selasa (11/6/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Bupati Puncak Jaya (Puja), Papua, Yuni Wonda berjanji membantu mantan anggota kelompok kriminal separatis bersenjata yang sudah menyatakan diri kembali ke NKRI.

Pemda Puja bakal membantu mantan KKSB memperoleh hidup yang layak di tengah-tengah masyarakat lainnya.

"Bahkan, kami akan berupaya untuk meminta jaminan terbebas dari hukuman bagi mereka yang namanya masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO) yang dikeluarkan kepolisian," kata Yuni, seusai menerima pernyataan sikap dan penyerahan sepucuk senjata api jenis mosser dari Wiginus Gire alias Telengga Gire, di Mulia, seperti dilansir dari Antara, Selasa (11/6/2019).

Baca juga: Cium Bendera Merah Putih, 4 Mantan Anggota OPM Resmi Kembali ke NKRI

Pernyataan sikap dan penyerahan senjata api jenis mosser itu dilakukan di sela-sela apel gabungan TNI-Polri dan ASN, di lingkungan Pemda Puncak Jaya, yang dihadiri Wakil Bupati Puja Denias Geley, Kapolres Puja AKBP Ary Purwanto, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo, dan tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Yuni mengatakan, penyerahan diri Wiginus Gire yang merupakan mantan ajudan Goliat Tabuni itu dilakukan tanpa rekayasa seperti isu yang beredar saat ini, termasuk senjata yang diserahkan memang benar-benar senpi yang dirampas saat kelompok itu melakukan aksinya menyerang Polsek Tolikara tahun 2014.

Wiginus juga mengajak tiga anggotanya yaitu Piningga Gire (25), Tekiles Tabuni (30) dan Perengga (27), dan meminta agar mereka diterima seperti halnya warga negara lainnya.

"Tidak ada rekayasa dalam penyerahan diri mereka karena mereka benar-benar ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, agar anak-anak mereka bisa bersekolah dengan baik seperti halnya anak-anak lainnya, serta kehidupan semakin membaik," kata Bupati Yuni.

Dia mengungkapkan, sebelumnya Pemda Puja juga sudah menerima dan memberdayakan mantan anggota KKSB yang kembali ke NKRI dengan menjadikan mereka anggota Satpol PP.

Selain itu, beberapa mantan anggota KKSB juga ada yang disekolahkan dan diikutsertakan dalam sekolah perawat, sehingga mereka menjadi tenaga medis.

Baca juga: 5 Fakta Ajudan Petinggi OPM Serahkan Diri ke TNI, Akui Setia kepada NKRI hingga Merasa Ditipu Goliat Tabuni

Awalnya, mereka tidak bersekolah namun setelah menyatakan diri kembali ke NKRI, Pemda Puja membantu dan memfasilitasi mantan KKSB untuk mengikuti ujian paket A, B dan paket C yang dilaksanakan dinas pendidikan.

"Bagi anggota KKSB yang ingin menyerahkan diri Pemda Puja siap menerima dan membantu serta memfasilitasi mereka agar nantinya mempunyai kemampuan untuk bersama-sama masyarakat lainnya membangun daerah ini," Yuni.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X