Mudik Gesit: Hari ini, Kendaraan Berat Dilarang Masuk Jalur Puncak

Kompas.com - 30/05/2019, 11:42 WIB
Sejumlah kendaraan melintas ruas jalan Cugenang Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Mulai hari ini, Kamis (30/05/2019) ruas jalan nasional itu tertutup untuk kendaraan berat. KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSejumlah kendaraan melintas ruas jalan Cugenang Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Mulai hari ini, Kamis (30/05/2019) ruas jalan nasional itu tertutup untuk kendaraan berat.

CIANJUR, KOMPAS.com – Mulai Kamis (30/5/2019) ini hingga 2 Juni 2019 mendatang, kendaraan tonase berat dan kendaraan besar dilarang masuk jalur Puncak Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur Jawa Barat Rachmat Hartono melalui Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas M. Iqbal Safaruddin mengatakan, hal itu untuk mengurangi beban kendaraan di ruas jalan nasional tersebut.

Baca juga: Mudik ke Padang, Ini Titik-titik Rawan Macet

Disebutkan Iqbal, kebijakan tersebut sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri nomor 37/2019 tentang Pengaturan Lalulintas pada masa angkutan lebaran 2019.

“Selain itu, juga masih ada pekerjaan badan jalan yang amblas di sana oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Kita juga sebelumnya telah terima surat pemberitahuan kalau di ruas jalan Cianjur puncak juga akan ada pelebaran (jalan) dari Bogor sampai ke batas Cianjur, jadi otomatis akan ada pengerjaan,” terang Iqbal kepada Kompas.com, Rabu (29/5/2019).

Pertimbangan lainnya, sebut Iqbal, pada rentang waktu itu arus mudik lebaran via Cianjur dari arah Jakarta dan sekitarnya diprediksi mulai meningkat.

“Kecuali kendaraan (berat) yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat, atau kendaraan yang mengangkut barang atau pangan lainnya dengan menunjukkan surat dari kementerian terkait,” ujarnya.

Baca juga: Puncak Arus Mudik di Yogyakarta Diprediksi 1 Juni-3 Juni 2019

Terpisah, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah menyebutkan hingga saat ini jalur Puncak masih belum bisa dilalui kendaraan berat atau kendaraan yang berpenumpang lebih dari sembilan orang.

Hal itu terkait dengan adanya perbaikan badan jalan yang amblas yang dilakukan pihak Kementerian PUPR pada ruas jalan penghubung Bogor–Cianjur itu.

“Dari (Kementerian) PUPR sendiri belum ada pembukaan dan kita belum ada yang namanya surat bahwa boleh digunakan untuk kendaraan yang berpenumpang lebih dari sembilan orang,” terang Soliyah kepada Kompas.com, Rabu (29/05/2019).

Oleh karena itu, ditegaskan Soliyah, hingga saat ini jalur Puncak hanya diperbolehkan untuk kendaraan berpenumpang sembilan orang dan kendaraan kecil lainnya.

“Jadi di atas itu masih belum boleh. Kami akan langsung arahkan untuk masuk Jonggol,” ujarnya.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X