5 Fakta 2 Pos Polisi Dibakar Massa di Pontianak, 38 Orang Diamankan hingga Diduga Terprovokasi Aksi 22 Mei

Kompas.com - 23/05/2019, 08:46 WIB
Pos Polisi Lalu Lintas Perempatan Jalan Tanjung Raya, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (22/5/2019), dibakar massa tak dikenal.Istimewa Pos Polisi Lalu Lintas Perempatan Jalan Tanjung Raya, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (22/5/2019), dibakar massa tak dikenal.

KOMPAS.com — Massa tak dikenal membakar dua pos polisi di Pontianak pada Rabu (22/5/2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

Massa tiba-tiba menyerang pos polisi lalu lintas yang berada di perempatan Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebelumnya, pukul 04.30 WIB massa berkumpul dan membakar ban. Tampak sejumlah orang juga membawa petasan.


Gubernur Kalimantan Barat ( Kalbar) Sutarmidji menilai, kericuhan yang terjadi di Kota Pontianak, Kalbar, Rabu (22/5/2019) pagi, akibat adanya provokasi dari kejadian di Jakarta.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Massa membakar pos polisi di Pontianak

Suasana aksi sejumlah orang membakar ban bekas di Perempatan Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (22/5/2019). Istimewa Suasana aksi sejumlah orang membakar ban bekas di Perempatan Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (22/5/2019).

Warga di sekitar Jalan Tanjung Raya dikagetkan dengan aksi pembakaran pos polisi yang berada 100 meter dari lokasi massa yang berkumpul.

"Benar (ada insiden kejadian pembakaran pos polisi)," kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Donny Charles Go saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/5/2019).

Untuk penanganan, sejumlah jalan diblokir dan arus lalu lintas dialihkan.

Baca Juga: Massa Tak Dikenal Membakar Pos Polisi di Pontianak

2. Cegah kerusuhan meluas, polisi blokade massa

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi polisi

Untuk mencegah kerusuhan meluas, polisi mempersempit gerak para perusuh.
Pantauan di lapangan, massa masih berkumpul di perempatan Jalan Tanjung Raya atau di bawah Jembatan Kapuas I.

Sementara itu, aparat keamanan TNI-Polri telah disiagakan untuk memblokade Jembatan Kapuas I.

"Sementara ini masih terlokalisir para pengunjuk rasa di Jembatan Kapuas I," ucap AKBP Donny Charles Go.

Baca Juga: Diversi Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak Capai Kesepakatan

3. Gubernur Kalbar: Terprovokasi aksi 22 Mei di Jakarta

Gubernur Kalbar Sutarmidji (kiri) dan Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan (kanan) seusai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara (5/9/2018).Dok Humas Pemprov Kalbar Gubernur Kalbar Sutarmidji (kiri) dan Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan (kanan) seusai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara (5/9/2018).

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menilai, kericuhan yang terjadi di Kota Pontianak, Kalbar, Rabu (22/5/2019) pagi, akibat adanya provokasi dari kejadian di Jakarta

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X