Ketum PP Muhammadiyah: Ada Kecurangan Terkait Pemilu Bawa ke Mahkamah Konstitusi

Kompas.com - 21/05/2019, 11:24 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/ANDI HARTIKKetua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (7/2/2019).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta semua warga bangsa harus menghormati keputusan KPU sebagai keputusan konstitusional.

Bagi para pihak yang memandang ada masalah ada pelanggaran, ada kecurangan terkait pemilu bisa membawa ke Mahkamah Konstitusi.

Haedar Nashir mengatakan, warga Indonesia sudah menerima pengumuman resmi dari KPU RI mengenai hasil pemilu.

"KPU telah melakukan langkah konstitusional yang tentu semua pihak, warga bangsa dan komponen bangsa serta kekuatan politik dan seluruhnya, harus menghormati keputusan KPU itu sebagai keputusan konstitusional," ujarnya di Kantor Kepatihan, Selasa (21/5/2019).

Baca juga: MK Siap Layani Peserta Pemilu yang Ajukan Gugatan

Haedar Nashir menuturkan, bagi para pihak yang memandang ada masalah, pelanggaran, kecurangan yang menyangkut dan berkaitan dengan hasil pemilu, maka langkah yang paling konstitusional adalah membawa ke Mahkamah Konstitusi ( MK).

PP Muhammadiyah berharap kepada MK untuk benar-benar menyerap jiwa aspirasi dari pihak- pihak yang menyampaikan keberatan itu.

MK harus menyerap aspirasi secara seksama, transparan, objektif, profesional dan berdiri tegak diatas keadilan dan konstitusi.

"Jangan menutup mata dari aduan-aduan yang menyangkut pelanggaran kesalahan dan kecurangan dalam pemilu," ungkapnya.

PP Muhammadiyah percaya, MK akan menjalankan tugas konstitusional dengan cara yang juga konstitusional, adil dan ada moralitas yang terpercaya.

"InsyaAllah masyarakat juga akan percaya," tegasnya.

Baca juga: Penjelasan Parpol Pendukung Prabowo soal Tolak Tanda Tangani Hasil Pemilu 2019

Seperti diketahui, KPU RI telah menetapkan hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri untuk 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri.

Berdasarkan penetapan KPU, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan 85.607.362 atau 55,50 persen.

Sementara, perolehan suara pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Regional
Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Regional
'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
'Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain'

"Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain"

Regional
7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

Regional
Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X