Tim Mudik Gesit Kompas: Proses Pengaspalan Jalan Tol Kapal Betung Masih Berlangsung

Kompas.com - 16/05/2019, 15:38 WIB
Pengerjaan tol Kapal betung yang akan di fungsikan untuk arus mudik nanti. Jalan tol Kapal Betung difungsikan sebanyak 33 kilometer. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPengerjaan tol Kapal betung yang akan di fungsikan untuk arus mudik nanti. Jalan tol Kapal Betung difungsikan sebanyak 33 kilometer.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Survei jalur arus mudik yang dilakukan tim Mudik Gesit Kompas menyisir seluruh jalan Tol Trans Sumatera dari Bakauheuni Lampung hingga ke Palembang, (15/5/2019).

Ketua Tim C Mudik Gesit Kompas Irene Sarwindaningrum mengatakan, kondisi jalan tol dari Lampung-Pematang Panggang sepanjang 77 kilometer yang akan digunakan pada arus mudik nanti sudah dalam kondisi siap.

Baca juga: Mudik Lebaran 2019, Tiket Pelni dari Pulau Bintan ke Tanjung Priok Habis

Sementara, jalan Tol Kayuagung-Palembang (Kapal Betung) yang akan difungsionalkan pada H-7 arus mudik nanti, masih dalam proses pengaspalan.

Setidaknya, jalan Tol Kapal Betung yang memiliki panjang 170 kilometer, 33 kilometer di antaranya akan difungsikan untuk arus mudik nanti.

"Dari pantauan kami, hampir setengahnya jalan Tol Kapal Betung masih berupa tanah merah, karena proses masih pengaspalan," kata Irene, Kamis (16/5/2019).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pintu keluar dari Tol Kapal Betung diprediksi akan terjadi kemacetan pada arus mudik nanti.

Sebab, pada jalur tol fungsional nanti, hanya satu jalur yang difungsikan dikarenakan masih dalam proses pengerjaan.

"Untuk di Lampung-Pematang Panggang menggunakan dua jalur. Sedangkan Pematang Panggang-Kayuagung hanya menggunakan satu jalur. Dari hasil pantauan, sebagian besar memang sudah siap untuk digunakan," ujar dia.

 

Proses pengaspalan di jalan tol Kapal Betung yang akan digunakan pada arus mudik nanti,Kamis (16/5/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Proses pengaspalan di jalan tol Kapal Betung yang akan digunakan pada arus mudik nanti,Kamis (16/5/2019).

Sementara itu, Kepala Proyek (Kapro) Seksi 1 Tol Kapal Betung Arif Hardianto mengatakan, jalan fungsional yang akan digunakan pada arus mudik nanti direncanakan selesai pada Senin (27/5/2019).

"Permukaan jalan akan berupa aspal dan lapisan agregat, tidak berupa tanah merah. Untuk lokasi yang masih agregat akan disiagakan tangki air untuk mengurangi resiko debu," kata Arif, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Arif mengatakan, akan ada dua pintu exit Tol Kapal Betung yang akan digunakan yakni, exit Celikah dan Jakabaring (desa terpadu).

"Tol fungsional pada H-7 sudah siap, namun rekomendasi bisa digunakan atau tidak sangat tergantung keputusan Korlantas. Saat ini masih dalam evaluasi tim Korlantas," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X