[POPULER NUSANTARA] Sandi Jelaskan Sikap Prabowo Tolak Hasil Pemilu | Polisi Telusuri Jejak Pelaku Mutilasi di Malang

Kompas.com - 16/05/2019, 06:50 WIB
Jajaran Polres Malang Kota bersama Polda Jawa Timur saat olah TKP di lokasi ditemukannya potongan tubuh wanita korban mutilasi di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Jajaran Polres Malang Kota bersama Polda Jawa Timur saat olah TKP di lokasi ditemukannya potongan tubuh wanita korban mutilasi di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)

KOMPAS.com - Berita tentang penemuan potongan tubuh wanita korban mutilasi di lantai 2 Pasar Besar, Kota Malang menyita perhatian pembaca, Selasa (14/5/2019).

Potongan tubuh tersebut terbagi dalam enam bagian yang terpencar. Dua kaki, dua tangan dan kepala ditemukan tergeletak di bawah tangga. Sedangkan tubuhnya ditemukan di toilet.Polisi kerahkan anjing pelacak untuk menelusuri jejak pelaku.

Sementara itu, berita tentang Sandiaga yang menanggapi pernyataan Prabowo terkait hasil Pemilu 2019, juga menjadi sorotan.


Menurut Sandi, Prabowo menyampaikan kepada dirinya bahwa dirinya akan menolak hasil pemilu yang curang.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:

1. Polisi buru pelaku mutilasi di Malang

Anjing pelacak Unit K-9 Polres Malang Kota yang diterjunkan untuk melacak jejak pelaku mutilasi tubuh wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Anjing pelacak Unit K-9 Polres Malang Kota yang diterjunkan untuk melacak jejak pelaku mutilasi tubuh wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Rabu (15/5/2019)

Kepala Unit K-9 Polres Malang Kota Aiptu Imam Muhson Ridho mengatakan, dari hasil penelusuran anjing pelacak tersebut didapati kesimpulan bahwa pelaku paham dengan area lantai 2 Pasar Besar, Kota Malang, yang sebagian dijadikan tempat parkir.

"Kalau hasil dari pencarian anjing, pelakunya tahu betul lokasi itu," kata dia. Sementara itu, di toilet sisi barat ditemukan bekas orang nongkrong dan bekas tempat tidur. Pelaku diduga meninggalkan jejak di dekat toilet tersebut.

"Hanya bekas orang cangkruk pelaku dan tempat tidur pelaku," ungkap dia.
Anjing sempat kebingungan saat menelusuri jejak di jalan karena bekas bau badan pelaku tidak rata. Ada yang masih tercium tebal, ada yang sudah tercium tipis sehingga membuat anjing terkadang ragu-ragu.

Baca berita selengkapnya: Anjing Pelacak Jalan 1 Kilometer Telusuri Jejak Pelaku Mutilasi Tubuh Wanita di Malang

2. Kisah Sumanto "Manusia Kanibal" dampingi pengasuhnya ceramah di bulan puasa

KH Supono Mustajab, pengasuh Sumanto sekaligus pemilik RSKJ H Mustajab, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR KH Supono Mustajab, pengasuh Sumanto sekaligus pemilik RSKJ H Mustajab, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Menurut Supono, pemilik Rumah Sakit Khusus Jiwa H MusTajab, di Purbalingga, Sumanto dan rekan-rekannya tidak wajib menjalani puasa karena kondisi kejiwaanya.

Namun, mereka tetap mengikuti shalat tarawih berjamaah di kompleks rumah sakit sekaligus kediaman KH Supono.

"Sumanto kadang-kadang puasa, tapi tidak wajib karena gila," kata Supono saat ditemui di rumahnya, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2019).

Selama bulan Ramadhan ini Sumanto juga lebih banyak beraktivitas di kompleks rumah sakit. Menurut rencana, menjelang lebaran nanti Sumanto akan pulang menemui orang tuanya menyerahkan bingkisan.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X