Pengobatan Gratis Awali Rangkaian Waisak 2019 di Candi Borobudur

Kompas.com - 15/05/2019, 13:27 WIB
Kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dalam rangka Waisak Nasional 2563 BE/2019 di Candi Borobudur, 14-15 Mei 2019. KOMPAS.com/IKA FITRIANAKegiatan bakti sosial pengobatan gratis dalam rangka Waisak Nasional 2563 BE/2019 di Candi Borobudur, 14-15 Mei 2019.

MAGELANG, KOMPAS.com - Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menyelenggarakan bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi masyarakat di Taman Lumbini kompeks Taman Wisata Candi Borobudur, 14-15 Mei 2019. Kegiatan ini menjadi awal rangkaian Waisak Nasional 2563 BE/2019.

Ribuan warga dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten Magelang berbondong-bondong datang untuk memanfaatkan bakti sosial ini. Tidak hanya umat Buddha, tapi juga umat agama lain.

"Bakti sosial ini untuk cinta kasih, untuk tetap bersatu, kekuatan kita Bhineka Tunggal Ika. Kita ingin berbagi rasa," tutur Ketua Umum Walubi S Hartati Murdaya, di sela-sela kegiatan, Selasa (14/5/2019).

Pihaknya menargetkan bakti sosial bisa melayani setidaknya 8.000 pasien. Sejumlah pelayanan pengobatan yang diberikan antara lain pengobatan umum dan spesialis, poli gigi (cabut dan tambal gigi), poli mata operasi katarak, operasi benjolan/bedah minor, dan operasi bibir sumbing.

Baca juga: Lebaran Waisak, Cara Unik Masyarakat Lereng Merbabu Rayakan Perbedaan

Pengobatan gratis yang rutin digelar itu melibatkan 185 dokter dan 294 tenaga paramedis serta 650 sukarelawan. Mereka berasal dari berbagai lembaga di antaranya Diskes TNI AU, Puskes TNI AD, RSUP Sardjito, Dinkes Kabupaten Magelang, dan lain-lain.

"Harapan kita kegiatan ini bisa membantu meringankan masyarakat yang kurang mampu. Semua gratis," tandas Hartati.

Sebelumnya, Walubi juga melakukan bakti sosial membersihkan Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia di mana umat Buddha berada. Rangkaian Waisak Nasional dilanjutkan pada 16 Mei 2019, yakni upacara pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit di Temanggung untuk disemayamkan di Candi Mendut Magelang.

Air berkah kemudian dibawa ke Candi Borobudur bersama dengan api alam yang diambil dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, pada 17 Mei 2019. Prosesi akbar ini akan diikuti oleh puluhan ribu umat Buddha dengan berjalan kaki.

Baca juga: Ketika Menteri Agama Buka Puasa di Tengah Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Puncak Waisak Nasional akan dilaksanakan di Candi Borobudur pada 18 Mei 2018 malam, dengan kegiatan dharmasanti atau upacara yang rencananya dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin dan ribuan umat Buddha. Ada pun detik-detik Waisak akan dilaksanakan pada 19 Mei 2019 pukul 04.11 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X