Bea Cukai Surakarta Gagalkan Sindikat Perdagangan Rokok Ilegal Antar Pulau Senilai Rp 2,6 Miliar

Kompas.com - 15/05/2019, 10:32 WIB
Pelaku dan barang bukti rokok ilegal sindikat perdagangan rokok ilegal antar pulau diamankan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPelaku dan barang bukti rokok ilegal sindikat perdagangan rokok ilegal antar pulau diamankan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Rabu (15/5/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, berhasil menggagalkan sindikat perdagangan rokok ilegal antar pulau senilai Rp 2,6 miliar.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono mengatakan, upaya penggagalan sindikat rokok ilegal antar pulau itu bermula dari penangkapan sebuah truk berisi rokok ilegal berjumlah 121 koli di Semarang pada Sabtu (4/5/2019) lalu.

Rencananya rokok tanpa dilekati pita cukai itu akan dikirim ke Bangka.


"Mereka telah kami lakukan pengamatan dan penelusuran sebelum kami tangkap," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta Jalan Adisucipto Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulsel Sita Kayu Merbau Senilai Rp 500 Juta

Selain menangkap truk pengiriman rokok ilegal, pihaknya juga menemukan tempat penimbunan rokok ilegal di sebuah bangunan yang cukup besar di Sukoharjo.

Di tempat tersebut petugas menemukan 132 koli berisi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) berbagai merek dalam keadaan tanpa dilekati pita cukai.

"Di tempat yang sama kita temukan dua kendaraan yang sedang melakukan pengiriman rokok ilegal dengan jumlah 25 koli berisi rokok ilegal yang dimuat mobil pick up. Juga kita temukan 20 koli berisi rokok ilegal dimuat mobil Isuzu Elf," terang Kunto.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan tersebut, sedikitnya lima pelaku yang diamankan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta.

Para pelaku itu antara lain berinisial AP (pemilik bangunan tempat penimbunan rokok ilegal), HF (pemilik barang), DA (pembeli barang), AL dan KM.

Baca juga: Waspadai Penipuan via Telepon yang Mengatasnamakan Bea dan Cukai

Pihaknya juga menyita barang bukti sejumlah 121 koli dalam truk, 132 koli dalam bangunan/gudang, 25 koli dalam mobil pick up, dan 20 koli dalam mobil Isuzu Elf dengan jumlah total 298 koli atau sekitar 338.000 bungkus yang merugikan negara sebesar Rp 2,6 miliar.

"Para pelaku dijerat dengan Pasal 54 dan/atau Pasal 56 juncto Pasal 59 UU Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X