Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Berkat Lelang Jabatan, Camat ini Jadi Kabiro Kesra Setda Jateng

Kompas.com - 14/05/2019, 13:38 WIB
Imam Maskur baru saja lolos lelang terbuka jabatan tinggi sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahImam Maskur baru saja lolos lelang terbuka jabatan tinggi sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

KOMPAS.com - Imam Maskur baru saja melepas jabatannya dari Camat Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

Kini ia sudah dilantik menjadi Kepala Biro (Kabiro) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

Ia tak menyangka akan menjabat menjadi Kabiro Kesra setelah lolos lelang terbuka pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Saya sama sekali tidak tahu kalau akan dilantik menjadi Kabiro (Kesra). Karena tidak ada undangan juga, hanya pemberitahuan oleh panitia seleksi (Pansel) bahwa saya diundang untuk wawancara tahap akhir dengan Gubernur Ganjar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Semarang, Senin (6/5/2019), melalui keterangan tertulis.

Perlu diketahui, lelang jabatan terbuka tersebut merupakan lelang yang ketiga kalinya Imam ikuti.

Awalnya ia ikut di Kota Tegal dan masuk tiga besar, lalu ke lelang di Kabupaten Tegal dan masuk tiga besar juga, tetapi belum ada pengumuman.

Meski tak ada pikiran untuk lolos karena banyaknya saingan yang berat, Imam mengaku hanya mengedepankan ketulusan dalam bekerja.

Sebelumnya, Imam mengetahui ada lelang terbuka untuk pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng melalui akun media sosial twitter Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng.

Ia mencoba mendaftar karena ingin lebih bermanfaat bagi Jateng.

“Jika selama ini saya hanya berkutat di kecamatan, saya mencoba untuk wilayah yang lebih luas. Makanya untuk mendaftar di Jateng ini saya minta izin dengan Ibu Bupati,” jelas pria yang menyelesaikan S2 Magister Studi Islam di Universitas Isalam Indonesia (UII) ini.

Menurut Imam, setelah mengikuti beberapa kali lelang terbuka, Pemprov Jateng memiliki proses yang berbeda. Sistemnya sudah menggunakan computer assisted test (CAT) dan dilakukan secara profesional.

“Programnya Pak Gubernur Ganjar ini luar biasa, saya berterima kasih banyak. PNS dari daerah seperti saya diberi kesempatan berkompetisi untuk bisa mengisi jabatan penting di Pemprov Jateng. Jadi lelang jabatan terbuka ini dilakukan secara profesional,” ungkapnya.

Selanjutnya, Imam berpendapat kalau hal ini akan menjadi suntikan semangat bagi para ASN untuk bisa berkompetisi dengan sehat sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Tidak perlu minder, kalau kita memang punya kemampuan. Karena ini memberikan kesempatan bukan hanya untuk berkarier, tapi untuk mengabdikan diri pada masyarakat yang lebih luas,” pungkas PNS yang sudah mengabdi selama 25 tahun ini.

Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya