BERITA FOTO: Lokomotif Uap Zaman Belanda yang Masih Berdaya di Pabrik Gula Poerwodadie

Kompas.com - 13/05/2019, 15:50 WIB
Satu dari 3 Lokomotf uap buatan pabrik Orenstein & Koppel Jerman  tahun 1910 yang masih digunakan PG Poerwodadie Kabupaten Magetan dalam kegiatan prosukdi gula. KOMPAS.com/SUKOCOSatu dari 3 Lokomotf uap buatan pabrik Orenstein & Koppel Jerman tahun 1910 yang masih digunakan PG Poerwodadie Kabupaten Magetan dalam kegiatan prosukdi gula.


MAGETAN, KOMPAS.com - PG Poerwodadie yang didirikan tahun 1823 saat ini memiliki 3 lokomotif buatan pabrik Orenstein & Koppel Jerman pada tahun 1910.

Lokomotif itu masih difungsikan untuk mengangkut tebu, meski hanya untuk mengangkut tebu dari pos langsir tebu menuju mesin penggilingan.

Baca juga: Mengenal Thomas, Lokomotif Uap Zaman Belanda di Pabrik Gula Poerwodadie

“Meski lokomotif sudah tua masih ada 3 yang kami pakai, 2 untuk cadangan,” ujar Agus Cahyono, Staff Sumber Daya Manusia SDM PTPN XI yang membawahi PG Poerwodadi Magetan, Jumat (10/5/2019).

Lokomotif buatan tahun 1910 yang masih digunakan PG Poerwodadie dalam prosukdi gula.KOMPAS.com/SUKOCO Lokomotif buatan tahun 1910 yang masih digunakan PG Poerwodadie dalam prosukdi gula.

Pada awalnya PG Poerwodadie memiliki 18 lokomotif yang dioperasikan penuh untuk mengangkut tebu dari kebun milik warga.

Wilayah operasi lokomotif tersebut mencakup seluruh wiayah Kabupaten Magetan.

Lokomotif buatan pabrik Orenstein & Koppel Jerman pada tahun 1910 yang masih dioperasikan di PG Poerwodadie Magetan.KOMPAS.com/SUKOCO Lokomotif buatan pabrik Orenstein & Koppel Jerman pada tahun 1910 yang masih dioperasikan di PG Poerwodadie Magetan.

 

Namun, karena mulai sulitnya mendapatkan suku cadang dan mulai maraknya mobil truk digunakan warga untuk mengangkut tebu ke pabrik, membuat peran lokomotif tua mulai berkurang.

Kerusakan pada ketel uap pada sebagian besar lokomotif membuat perusahaan memilih menghentikan operasional lokomotif.

Baca juga: Museum Bangkrut dan Ditutup, Lokomotif Bersejarah Terpaksa Dilelang

Meski telah berusia seabad lebih, namun lokomotif milik PG Poerwodadie masih mampu menarik puluhan lori tua yang sarat dengan muatan tebu.

Dari 18 Lokomotif milik PG Poerwodadie, saat ini tinggal 3 lokomotif buatan tahun 1910 yang masih bisa dioperasikan.KOMPAS.com/SUKOCO Dari 18 Lokomotif milik PG Poerwodadie, saat ini tinggal 3 lokomotif buatan tahun 1910 yang masih bisa dioperasikan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Regional
Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Regional
'Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas'

"Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas"

Regional
Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Regional
Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Regional
Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Regional
Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Regional
TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

Regional
Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Kuku Bocah 9 Tahun Dicabut, Tubuh Disundut Rokok

Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Kuku Bocah 9 Tahun Dicabut, Tubuh Disundut Rokok

Regional
Tiba di Jeddah saat Penangguhan Terbit, 30 Jemaah dari Gresik Diizinkan Menunaikan Umrah

Tiba di Jeddah saat Penangguhan Terbit, 30 Jemaah dari Gresik Diizinkan Menunaikan Umrah

Regional
Viral Penjual Es Curi Susu Bayi dan Kepergok Polisi, Ini Penjelasannya

Viral Penjual Es Curi Susu Bayi dan Kepergok Polisi, Ini Penjelasannya

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal Masalah Kemacetan, Berakhir Damai

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal Masalah Kemacetan, Berakhir Damai

Regional
Menantu Bunuh Mertua dengan Keji Gegara Tak Dipinjami Rp 3 Juta

Menantu Bunuh Mertua dengan Keji Gegara Tak Dipinjami Rp 3 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X