Kepsek SD Mengundurkan Diri Setelah Video Siswanya Joget Remix Viral

Kompas.com - 08/05/2019, 12:25 WIB
Kepala Sekolah SDN 1 Padang Cahaya, Lampung Barat mengajukan pengunduran diri setelah video siswa siswi di sekolahnya joget remix tersebar. Tangkapan layar InstagramKepala Sekolah SDN 1 Padang Cahaya, Lampung Barat mengajukan pengunduran diri setelah video siswa siswi di sekolahnya joget remix tersebar.

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Viral di media sosial terkait informasi seorang kepala sekolah di Lampung Barat mengundurkan diri karena tersebarnya video joget remix yang dilakukan siswa di sekolahnya.

Salah satu akun Instagram, @ndorobeii mengunggah foto dua wanita berseragam cokelat tengah berbincang.

Dalam captionnya, akun tersebut menyebut bahwa Kepala Sekolah SDN 1 Padangcahya, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, Rosidawati mengundurkan diri dari jabatannya.

Kepala sekolah itu merasa lalai karena tersebarnya video joget remix yang dilakukan siswa siswi di sekolahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat Bulki Basri saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu.

"Iya memang benar. Surat pengunduran dirinya sudah kami terima, kepala sekolah mengakui kelalaiannya," kata Bulki, Rabu (8/5/2019)

Baca juga: Viral Video Benda Diduga Meteor Jatuh di Probolinggo, Ini Kata Lapan

Bulki menjelaskan, pada Sabtu (4/5/2019), SDN 1 Padang Cahaya, Lampung Barat, menggelar acara rangkaian perpisahan. Lalu di penghujung acara, seorang guru naik ke panggung dan menyanyikan lagu dangdut remix.

Aksi guru tersebut mengundang anak-anak naik ke panggung dan turut berjoget meluapkan ekspresi kegembiraan.

"Menurut kepala sekolah, dirinya melihat itu dan meminta untuk menghentikannya," ujar Bulki.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Video Siswa Joget Ritmik viral, Kepsek Undur Diri dari jabatan ,sbgi bentuk pertanggung jawaban atas kelalaiannya dalam tugas. Kepala SDN 1 Padangcahya, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, Rosidawati, akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Kepsek, Senin (6/5/2019). Pengunduran dirinya dari jabatanya sebagai Kepsek SDN1 Padangcahya itu atas permintaanya sendiri tanpa ada paksaan dan tekanan dan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian. Pengunduran dirinya itu adalah karena beredarnya video siswa/siswinya yang sedang joget dengan musik ritmik yang dilakukan siswa/siswi diakhir kegiatan perpisahan siswa kls VI Sabtu lalu (4/5/2019). Rosida mengaku, kejadian itu berlangsung spontan tanpa sepengetahuan dirinya. Sebab saat itu, acara sudah selesai dan dirinya sedang makan di ruangan. Tapi tiba-tiba terdengar suara musik ritmik. Karena mendengar suara musik itu, akhirnya ia mengintip melalui jendela dan mengetahui jika salah satu guru honor menyanyikan lagu sahara dengan nada musik ritmik yang kemudian diikuti siswa berjoget di panggung. Melihat itu, kata Rosida, ia meminta kepada salah satu guru lainya untuk mengehentikanya, sebab anak-anak terlihat joget musik ritmik. Namun ternyata sebelum dihentikan sudah ada orang yang sengaja merekamnya dan kemudian menyebarkanya. "Kejadjan ini adalah karena kelalaian saya dan untuk meredam suasana agar semua bisa tenang dan lancar maka saya lebih baik mengundurkan diri saja sebab seharusnya ini tidak terjadi," kata Rosida Pengunduran dirinya itu dibuat dalam bentuk surat pernyataan pengunduran diri dari jabatanya sebagai Kepaek SDN 1 PadangCahya yang ditandatanganinya diatas materai 6000. Surat pengunduran diri itu kemudian diserahkan ke Kabid bidang Tenaga Pendidikan dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Lambar, Senin (6/5/2019). Viral on sosmed

Sebuah kiriman dibagikan oleh N D O R O (@ndorobeii) pada 7 Mei 2019 jam 10:13 PDT

Kejadian itu membuat kepala sekolah malu dan mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Kejadian itu dianggap mencoreng dunia pendidikan.

Namun, pihaknya belum memutuskan pengajuan pengunduran diri itu karena masih menunggu hasil laporan tim yang sedang bekerja.

"Anak berjoget remix itu sebetulnya dilakukan usai acara dan divideokan oleh anak-anak sendiri lalu menjadi viral," katanya lagi.

Korban media sosial

Psikolog dari Universitas Lampung Ratna Widyastuti menilai, para siswa SD tersebut merupakan korban media sosial.

Ratna menilai, anak di bawah usia 10 tahun belum mampu menilai dan mengambil sikap apakah berbuatan yang dilakukannya itu melanggar hukum dan tidak sesuai dengan etika masyarakat yang berlaku.

Baca juga: Video Viral Gangster Bersenjata, Polisi Bekuk 7 Orang

Sebaiknya, kata Ratna, anak-anak tersebut jangan terlalu divonis bersalah. Memang kondisi seperti itu salah, tetapi pada sudut pandang orang awam, itu adalah hal yang biasa.

"Menurut saya kepala sekolah tidak perlu melakukan tindakan berlebihan sampai mengambil sikap pengunduran diri," katanya lagi.

Masalah pendidikan, sepenuhnya adalah tanggung jawab orangtua.

"Anak di sekolah hanya beberapa jam saja. Bahwa ya, memang ini perbuatan yang tidak pantas di dunia pendidikan apalagi anak SD," kata Ratna.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X