Viral Video Benda Diduga Meteor Jatuh di Probolinggo, Ini Kata Lapan

Kompas.com - 07/05/2019, 18:29 WIB
Viral sebuah video yang diduga meteor jatuh berlokasi di Probolinggo beredar di media sosial Facebook pada Minggu (5/5/2019). Facebook: Epank Kerrong EmmakViral sebuah video yang diduga meteor jatuh berlokasi di Probolinggo beredar di media sosial Facebook pada Minggu (5/5/2019).

KOMPAS.com - Sebuah video yang menampilkan benda bercahaya yang diduga meteor melintas secara cepat di atas permukiman warga beredar di media sosial Facebook pada Minggu (5/5/2019) pukul 05.12 WIB.

Dalam caption, dituliskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Probolinggo, Jawa Timur. Namun, tidak disebutkan kapan peristiwa itu terjadi.

Video berdurasi 18 detik itu diunggah oleh pengguna Facebook, Epank Kerrong Emmak. Sontak, unggahan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Hingga saat ini video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 37.000 dan telah dibagikan sebanyak 741 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( Lapan), Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa peristiwa tersebt adalah jatuhnya bolide atau bola api (meteor besar)

"Dilihat dari videonya, itu adalah bolide. Ketinggian sekitar 120 kilometer. Bolide adalah meteor besar karena masuknya batuan antariksa dan mulai terbakar pada ketinggian sekitar 120 kilometer," ujar Thomas saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (7/5/2019).

Baca juga: Pemanfaatan Data Lapan Mampu Hemat Anggaran Pemerintah sampai Rp 18 Triliun

Sementara itu, sejumlah warganet ada yang menduga bahwa peristiwa tersebut adalah Eta Aquarids.

Namun, Thomas menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi dalam video bukan merupakan Eta Aquarids. Fenomena Eta Aquarids adalah fenomena rutin tahunan yang dikarenakan bumi melintasi gugusan debu-debu komet.

"Kejadian tersebut tidak terkait dengan Eta Aquarids. Hujan meteor Eta Aquarids terjadinya dini hari. Sumbernya dari debu-debu komet, sehingga meteor yang tampak hanya seperti bintang redup," ujar Thomas.

Menurut dia, bolide dengan Eta Aquarids memiliki perbedaan. Untuk fenomena bolide, meteor yang jatuh tergolong meteor sporadik yang terjadi sewaktu-waktu. Sementara, Eta Aquarids merupakan peristiwa rutin.

Selain itu, Thomas menyampaikan bahwa meteor yang jatuh dalam video berkecapatan sekitar 11-70 kilometer per detik.

Namun, Thomas belum bisa memastikan di mana peristiwa itu terjadi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

Regional
Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Regional
Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Regional
Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Juni 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Juni 2020

Regional
Diduga Jual Sate Pakai Daging Ayam Busuk hingga Klaim Bau Tak Sedap dari Limbah Air

Diduga Jual Sate Pakai Daging Ayam Busuk hingga Klaim Bau Tak Sedap dari Limbah Air

Regional
Soal Injil Bahasa Minang, Kepala Dinas Kominfo Sumbar Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Soal Injil Bahasa Minang, Kepala Dinas Kominfo Sumbar Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 6 Juni 2020

Regional
Sesak Napas, Seorang Pemuda Meninggal di Depan Asrama Polres Salatiga

Sesak Napas, Seorang Pemuda Meninggal di Depan Asrama Polres Salatiga

Regional
Belum Tersentuh Covid-19, Ternyata Kabupaten Rawan KKB Ini Tak Perlu Cara Khusus

Belum Tersentuh Covid-19, Ternyata Kabupaten Rawan KKB Ini Tak Perlu Cara Khusus

Regional
Enam Rumah Diduga Milik Pembegal Kapal Yacht Australia Digeledah Polisi

Enam Rumah Diduga Milik Pembegal Kapal Yacht Australia Digeledah Polisi

Regional
Fakta Polisi Ditangkap karena Nyabu, Berawal dari Laporan Satpam yang Curiga karena Disangka Perampok ATM

Fakta Polisi Ditangkap karena Nyabu, Berawal dari Laporan Satpam yang Curiga karena Disangka Perampok ATM

Regional
Sate Ayam Diduga Pakai Daging Busuk, Pedagang 8 Tahun Berjualan, Terkuak dari Aroma

Sate Ayam Diduga Pakai Daging Busuk, Pedagang 8 Tahun Berjualan, Terkuak dari Aroma

Regional
Detik-detik Pria di Bantul Tewas Dibacok Sekelompok Orang Tak Dikenal, Pelaku Mengenakan Cadar

Detik-detik Pria di Bantul Tewas Dibacok Sekelompok Orang Tak Dikenal, Pelaku Mengenakan Cadar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X