Berawal dari Komputer Bekas, Donny Sukses Bangun Bisnis IT dan Malang Strudel

Kompas.com - 08/05/2019, 10:41 WIB
Donny Kris Puriyono, pemilik PT WinnerTech Lintas Nusa dan pendiri bisnis oleh-oleh Malang Strudel. Dok. Pribadi/KONTANDonny Kris Puriyono, pemilik PT WinnerTech Lintas Nusa dan pendiri bisnis oleh-oleh Malang Strudel.

KOMPAS.com - Selalu saja di berbagai artikel, hobi yang dijalani bisa mengantarkan seseorang pada kesuksesan berbisnis. Asalkan, dibarengi dengan sikap pantang menyerah dan keinginan untuk selalu berkembang.

Hal itulah yang terjadi pada Donny Kris Puriyono, pemilik PT WinnerTech Lintas Nusa dan pendiri bisnis oleh-oleh Malang Strudel. Dari hobi mengotak atik komputer bekas yang dibelikan ayahnya, kini Donny sukses berbisnis komputer dan kuliner.

Simak perjalanannya dari memulai usaha, sering kena tipu hingga melebarkan sayap bisnis ke dunia kuliner.

Berawal dari otak atik komputer bekas

Awalnya, sang ayah membelikan Donny komputer bekas saat dia masih duduk di bangku SPM. Dari situ, dia jadi hobi mengotak atik komputer bekasnya dan banyak membaca soal komputer.

Kemudian sewaktu SMA, Donny memberanikan diri membuka usaha servis komputer dan pembuatan desain brosur.

“Pas mau ujian akhir, ada tetangga yang minta bantuan saya bikin perangkat untuk wartel (warung telepon),” ujar pria kelahiran Malang, 20 April 1982 ini.

Baca juga: Sempat Jatuh Bangun, Mantan PNS Ini Sukses Kembangkan Bisnis Jersey Beromset Rp 36 M per Tahun

Meski tidak punya pengalaman sedikit pun, dia menyanggupi permintaan tersebut. Hasilnya, Donny memang berhasil merampungkan pekerjaan membuat wartel dalam tempo empat hari.

“Keuntungannya lumayan, saya lupa persisnya, tapi lebih tinggi daripada gaji karyawan,” ungkapnya.

Sejak itu, Donny makin mantap mengambil jurusan teknik informatika saat kuliah. Ia pun kuliah di Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI), Malang.

Sewaktu kuliah, Donny juga membuka usaha di bidang komputer. berbekal modal Rp 1 juta Donny dan tiga teman kampusnya membuka jasa rakit komputer, pengetikan hingga desain. Di sisi lain, Donny punya kesibukan sendiri membuka kursus komputer untuk anak SMP.

Tapi, kongsi dengan tiga temannya bubar di tengah jalan gara-gara tidak satu visi lagi. Donny akhirnya meneruskan usaha toko komputer seorang diri, sambil tetap kuliah dan memberi les komputer.

Ide bisnis timbul dari permintaan pelanggan

Lantaran sering mengajari komputer ke anak-anak SMP, ia terinspirasi untuk membuat tutorial panduan belajar dasar-dasar komputer bagi pemula dalam bentuk cakram padat (CD).

Keinginan itu terwujud setelah Donny lulus kuliah pada 2004. Untuk berbisnis CD tutorial itu, ia mengibarkan bendera usaha dengan nama Simply and Smart Interactive. Modal awal senilai belasan juta rupiah dia dapatkan dari meminjam ke orangtua.

Ternyata, CD tutorial komputer buatan Donny dapat respons bagus. Bahkan bukan cuma pelajar, banyak juga sekolah yang tertarik pada CD tutorial besutan Donny.

Baca juga: Dicap Jadi Trendsetter Mukena Motif, Ini Kisah Rina Membesarkan Tatuis Mukena

Berangkat dari antusiasme itu, ia menciptakan berbagai macam perangkat lunak alias software untuk kebutuhan pendidikan. Mulai software laboratorium bahasa, perpustakaan, hingga manajemen sekolah yang membantu pengaturan akademis.

Usahanya terus berkembang. Pada 2007, dia pun membentuk perseroan terbatas (PT) dengan nama WinnerTech Lintas Nusa.

Tembus pasar ekspor dan buka kantor cabang

Produknya tersebut kemudian berhasil menembus pasar ekspor. Hingga saat ini, WinnerTech telah mengantongi puluhan paten di bidang pendidikan.

Pada 2009, untuk pertama kali Doddy mengekspor produknya ke Arab Saudi. Ini tak lepas dari jaringan yang ia rajut dengan rajin ikut seminar dan forum bisnis. Dia juga kerap mengikuti pameran pendidikan internasional di Jakarta.

Seiring permintaan yang semakin banyak, termasuk dari wilayah Barat Indonesia, Donny lantas membuka kantor cabang di Jakarta pada 2012 lalu. Sementara bengkel kerja (workshop) dan gudang ada di Malang. Total karyawannya sekarang sekitar 100 orang.

Saat ini, kliennya lebih banyak sekolah, mulai sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Untuk pemasaran, dia menggandeng perusahaan-perusahaan distributor alat peraga, baik skala nasional maupun internasional. Jumlah mitra WinnerTech kini ada ratusan.

Baca juga: Kisah Bella Jadi Pelopor Batik Khas Belitong dengan Omzet Rp 300 Juta Per Bulan

Tetap bangkit walau sering ditipu

Di balik suksesnya, ternyata Donny berulang kali merugi lantaran kena tipu. Ceritanya, di waktu awal merintis bisnis CD tutorial komputer, ia kena tipu belasan juta rupiah. Sebagian besar modal awalnya dibawa kabur orang.

Setelah bisnis bergulir, dia kembali jadi korban penipuan. Pembeli tidak kunjung membayar padahal produk sudah mereka terima. Hitung punya hitung, nilai kerugiannya puluhan juta rupiah.

Masalah kembali muncul saat usahanya berjalan dua tahun. Gara-gara telat membayar gaji, Donny ditinggal seluruh karyawannya yang ketika itu berjumlah 10 orang. Donny telat membayar gaji lantaran harus membayar utang ke bank.

Walau banyak cobaan, ia tak patah arang. Apalagi, dunia TI sudah jadi passion-nya. Dan, dia ingin membuktikan ke orangtua, dengan usaha dirinya bisa sukses.
“Karena kebutuhan dan terpaksa, harus bangkit. Prinsipnya, kalau mau jadi pengusaha harus terus mau belajar, cari ilmu,” ujarnya.

Baca juga: Pakai Aplikasi e-Grower, Petani Pisang di Lampung Raih Omzet Rp 3,4 Juta Per Minggu

Melebarkan sayap, buka Malang Strudel

Pada 2012 Donny mencoba melebarkan sayap bisnis dengan membuka toko oleh-oleh khas Malang. Ide bisnis datang saat dia di Padang dan melihat banyak toko oleh-oleh besar yang dimiliki pengusaha Malaysia.

Donny mengajak pengusaha oleh-oleh Denni Delyandri dan aktor Teuku Wisnu berkongsi mendirikan toko oleh-oleh khas Malang. Pada Desember 2014, dengan mengusung nama Malang Strudel, toko oleh-olehnya berdiri.

Sesuai namanya, tokonya menjual strudel. Strudel yang merupakan kue lapis berisi buah-buahan, berasal dari Austria, namun bahan bakunya menggunakan buah-buahan khas Malang. Donny mengincar pasar menengah atas.

Berkat pemasaran yang serius di media sosial, Malang Strudel berkembang pesat.Berawal dari satu gerai berukuran hanya 2x5 meter, kini Malang Strudel berbiak menjadi delapan outlet. Semua gerai ada di Malang, dengan jumlah karyawan mencapai 300 orang.

Baca juga: Berkat Bambu, Pemuda Kediri Ini Raup Omzet hingga Rp 90 Juta Sebulan

Gerai-gerai ini tidak hanya menjual strudel, tapi juga oleh-oleh khas Malang lainnya, termasuk aneka kerajinan buatan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang jadi mitra Malang Strudel.

“Ada lebih dari 1.000 UMKM yang bermitra dengan kami, dengan lebih dari 2.000 produk,” rinci Donny.

Atas aksinya mengangkat oleh-oleh khas Malang, Donny meraih penghargaan The Most Creative Digital Activation for City Branding dari Kementerian Pariwisata pada 2018. (Merlinda Riska)

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul "Sukses usaha berawal dari otak-atik komputer bekas"

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X