Sempat Jatuh Bangun, Mantan PNS Ini Sukses Kembangkan Bisnis Jersey Beromset Rp 36 M per Tahun

Kompas.com - 07/05/2019, 05:15 WIB
Pendiri sekaligus owner Regarsport Indonesia, perusahaan konfeksi pembuatan jersey atau pakaian olahraga asal Wonogiri, Jumariyanto (38) di Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPendiri sekaligus owner Regarsport Indonesia, perusahaan konfeksi pembuatan jersey atau pakaian olahraga asal Wonogiri, Jumariyanto (38) di Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2019).


SOLO, KOMPAS.com - Kegagalan dalam berbisnis merupakan sesuatu hal yang wajar. Namun, tidak sedikit dari mereka yang putus asa dan menyerah. Mereka tak mau membangun bisnisnya kembali karena takut gagal atau bangkrut.

Lain halnya dengan Jumariyanto (38), warga Kampung Kaloran, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ia justru menjadikan kegagalan itu sebagai pelajaran berharga bagi dirinya.

Pendiri sekaligus owner PT Regarsport Industri Indonesia, sebuah perusahaan konveksi pembuatan jersey atau pakaian olahraga ini mengatakan dirinya pernah beberapa kali gagal dalam berbinis.

Baca juga: Kisah Ali Fauzi Beri Kehidupan Baru bagi Mantan Napi Terorisme

Dia menceritakan, sebelum berhasil membangun dan membesarkan perusahaan konveksi pembuatan jersey beromzet Rp 36 miliar per tahun itu, pada tahun 2013 dirinya pernah berbisnis ketela pohon.

Ia menyewa lahan seluas empat hektar untuk mengembangkan bisnisnya tersebut. Lahan empat hektar ia tanami ketela pohon. Namun, bisnisnya tersebut tidak bertahan lama karena bangkrut.

Masih tahun yang sama, Jumariyanto juga berbisnis sembako 'on the road' berupa penjualan beras.

Beras ini ia jual dengan menggunakan sistem penjualan online WhatsApp (WA), Short Message Service (SMS) maupun BlackBerry Messenger (BBM) di area Wonogiri.

Setiap ada yang pesan, ia antarkan meskipun jaraknya 5 kilometer. Bisnisnya tersebut berjalan cukup lama, namun keuntungan yang ia dapatkan sangat kecil. Sehingga, bisnis sembako 'on the road' pun ia tinggalkan atau tidak diteruskan.

Kemudian, Jumariyanto berbisnis budidaya lele. Bahkan, ayah tiga anak ini mengatakan telah memiliki sebanyak 120 kolam lele dengan target per minggunya sebanyak satu ton ikan lele. Ia juga mengembangkan bisnisnya dengan membuka waralaba lele chip network.

"Dan terjual sampai ke Denpasar, Samarinda, Tangerang dan lainnya. Namun, saya putuskan dipailitkan karena penataan SDM-nya dari awal salah. Posisi saya saat itu PNS. Kalau saya kembangkan lagi enam bulan pasti hancur," kata Jumariyanto kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2019).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X