Berkat Bambu, Pemuda Kediri Ini Raup Omzet hingga Rp 90 Juta Sebulan

Kompas.com - 14/08/2017, 12:09 WIB
Lutfi Zanuar Kurniawan Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimLutfi Zanuar Kurniawan
|
EditorErlangga Djumena

KEDIRI, KOMPAS.com - Lingkungan tempat tinggal Lutfi Zanuar Kurniawan di Dusun Teratai, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih Kota Kediri, Jawa Timur dikenal sebagai kawasan perajin pot bunga berbahan dasar pasir dan semen.

Di kawasan itu terdapat belasan perajin. Namun Lutfi tidak mau mengikuti arus dengan turut menjadi perajin pot. Pemuda usia 28 tahun itu justru menekuni usaha jasa konstruksi.

Dia menawarkan rangka bangunan yang bahan bukan beton maupun besi, tetapi semua bahan konstruksinya berasal dari bambu. Hasil produksinya berupa saung atau gazebo hingga rumah makan maupun rumah singgah.

Dia mengaku sengaja memilih bambu di antaranya karena ingin menepis adanya sebagian anggapan bahwa konstruksi bambu identik dengan rumah kumuh. Rumah bambu juga dianggap identik dengan kalangan ekonomi kurang mapan.

Dia menolak anggapan itu dengan membuktikannya melalui konstruksi bambu apik nan elegan yang diproduksinya.

"Selain itu, nilai positifnya adalah bambu itu ramah lingkungan. Semakin banyak pohon bambu yang ditanam, lingkungan juga semakin lestari dan berdampak ekonomi sosial," ujar Lutfi saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

Baca juga: Dari Usaha Susu, Omzet Pemuda Ini Hampir Rp 1 Miliar Per Bulan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemuda lulusan Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta itu mulai merintis usahanya sejak 2 tahun lalu dan kini berkembang cukup pesat.

Setiap bulannya dia memproduksi gazebo hingga 20 unit. Ditambah pula permintaan pada konstruksi kebutuhan rumah tangga lainnya. Pasarannya pun tembus hingga ke luar pulau. Adapun omzet per bulan yang diraup Lutfi berkisar Rp 80 juta hingga Rp 90 juta.

Para pekerja Lutfi Zanuar Kurniawan Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim Para pekerja Lutfi Zanuar Kurniawan
Gazebo buatannya berukuran 2 x 2 meter dan tinggi 3 meter. Dia memproduksinya dalam tiga varian atap yaitu atap genteng, ijuk, serta atap bambu. Varian itu mempengaruhi harga jualnya yaitu antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Sementara konstruksi rumah, biasanya dia patok harga Rp 750.000 hingga Rp 1 juta per meter sesuai modelnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.