Ayah dan Anak Terseret Ombak, Satu Orang Ditemukan Tewas

Kompas.com - 03/05/2019, 19:51 WIB
Tim SAR melakukan pencarian dua warga Tabanan yang terseret arus di Pantai Surabrata, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Dok Tim SARTim SAR melakukan pencarian dua warga Tabanan yang terseret arus di Pantai Surabrata, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan.

TABANAN, KOMPAS.com - Nasib naas menimpa I Made Mei Artana (6). Warga Banjar Daren Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali ini tewas terseret arus saat mandi di Pantai Surabrata, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Kamis (3/5/2019).

Bahkan sang ayah, I Made Gunarta (40) ikut terseret arus dan belum ditemukan keberadaanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Hari Adi Purnomo melalui siaran pers pada Jumat (4/5/2019) sore mengatakan, peristiwa naas ini terjadi pada Jumat siang.

Baca juga: Kapal Pengangkut Bawang Tenggelam di Perairan Bima, 2 ABK Hilang

"Laporan kami terima pukul 19.00 Wita dan kejadiannya sudah beberapa jam sebelumnya," kata Hari Adi.

Mendapat laporan warga, tim SAR langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Pada Jumat siang, jenazah Artana berhasil ditemukan dengan posisi terapung sekitar 1 kilometer arah timur dari lokasi dia terseret ombak. Sedangkan jasad Gunarta belum ditemukan hingga Jumat malam.

"Selanjutnya korban dibawa menuju Puskesmas Selemadeg Barat," kata Hari Adi.

Dia menambahkan, selain kekuatan dari Basarnas Bali, upaya pencarian juga melibatkan potensi SAR dari SAR Samapta Polda Bali, Pol Air Polres Tabanan, BPBD Tabanan, Polsek Selemadeg barat, Pos TNI AL Tabanan, PMI Kabupaten Tabanan, RAPI Tabanan dan masyarakat setempat.

Baca juga: Seorang Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Blitar

Lokasi penyisiran ditentukan dengan perhitungan kondisi arus dan angin. Penyisiran dilakukan di sepanjang bibir pantai ke arah barat dan timur dari titik korban terseret ombak.

"Hingga petang 1 orang korban masih belum ditemukan, rencananya besok pagi operasi SAR akan kembali dilanjutkan," kata Hari Adi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Regional
Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Regional
Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Regional
Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X