Begini Kondisi Keluarga dan Rumah Kontrakan Bupati Talaud Setelah Digeledah KPK

Kompas.com - 03/05/2019, 13:59 WIB
Kondisi rumah Bupati nonaktif Talaud Sri Wahyumi Manalip di Perumahan Tamansari Metropolitan, Clauster Mahawu E1 No 11, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, terlihat lengang, Jumat (3/5/2019) pukul 13.24 Wita. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYKondisi rumah Bupati nonaktif Talaud Sri Wahyumi Manalip di Perumahan Tamansari Metropolitan, Clauster Mahawu E1 No 11, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, terlihat lengang, Jumat (3/5/2019) pukul 13.24 Wita.

MANADO, KOMPAS.com - Kondisi rumah Bupati nonaktif Talaud Sri Wahyumi Manalip di Perumahan Tamansari Metropolitan, Clauster Mahawu E1 No 11, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, terlihat lengang setelah digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada Kamis (2/5/2019).

Pantauan Kompas.com, Jumat (3/5/2019) pukul 13.24 Wita, pintu depan rumah berwarna putih tertutup. Hanya pintu samping yang dibuka.

Dari dalam rumah terlihat dua orang sedang beraktivitas satu pria dan satu wanita.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Kontrakan Bupati Talaud di Manado, Ada Apa...

Aktivitas kedua orang itu terlihat karena pintu samping hanya menggunakan terali besi berwarna merah muda.

Sedangkan dari luar rumah, tidak ada aktivitas apapun. Dua sepeda motor dan satu mobil tampak terparkir di halaman rumah Sri Wahyumi Manalip.

Saat Kompas.com berada di depan rumah, seorang wanita berpakaian baju warna hitam dan celana pendek langsung menghampiri.

"Mau apa, Pak? Soal urusan keluarga sudah ada yang ditugaskan untuk bicara," kata wanita tersebut.

Saat ditanya bagaimana kondisi keluarga Sri Wahyumi Manalip setelah digeledah, ia enggan berkomentar banyak.

"Aman-aman saja. Bahkan, anak dari Ibu Sri melayani bagus pihak KPK saat menggeledah. Saat ini, anak yang satu baru pulang dari kuliah. Semuanya ada di dalam rumah, baik bapak dan anak-anak," lanjut wanita itu.

Baca juga: Tangkap Bupati Talaud, KPK Amankan Anting Berlian hingga Jam Tangan Rolex

Sementara, juru bicara keluarga Sri Wahyumi Manalip, Jimmy Tindi mengatakan, keluarga biasa-biasa saja setelah rumah digeledah KPK.

"Saya baru telepon orang-orang di rumah, tidak ada apa-apa. Aman-aman saja," ujar dia saat dihubungi, Jumat siang.

Ia menjelaskan, anak dari Bupati nonaktif Talaud, hanya dua.

"Keduanya laki-laki. Kemungkinan menjenguk Senin jadwalnya. Yang pasti akan ke Jakarta," kata dia.

Ia menambahkan, saat ini menyiapkan keperluan untuk ke sana.

"Dalam waktu dekat, paling Senin pekan depan sudah ketemu. Diutamakan anak-anak dan orangtua dari keluarga. Karena bapak dengan kondisi saat ini tidak memungkinkan," sebut Jimmy.

Baca juga: Bupati Talaud Ditangkap KPK, Ini Sebabnya...

Dia menyesalkan ada pemberitaan salah satu media yang mengatakan suami Sri Wahyumi Manalip dilarikan ke rumah sakit.

"Bapak ada di rumah. Ada-ada saja pemberitaanya," katanya.

Ia menjelaskan, suami Sri Wahyumi Manalip sudah cukup lama sakit stroke.

"Bapak sakit stroke sudah berjalan sekitar tiga atau empat tahun," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X