Pemkot Bogor Kenalkan "SiBadra", Sistem Pengaduan dengan Respons Cepat Bagi Warga Bogor

Kompas.com - 29/04/2019, 15:05 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat melaunching aplikasi SiBadra, di Mall Botani Square, Minggu (28/4/2019). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat melaunching aplikasi SiBadra, di Mall Botani Square, Minggu (28/4/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkenalkan aplikasi aduan masyarakat berbasis online bernama "SiBadra" atau Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran.

Bagi warga Kota Bogor yang memiliki ponsel berbasis android kini sudah bisa mengunduhnya di Playstore.

Aplikasi SiBadra sengaja dipersiapkan untuk menampung seluruh aduan dari masyarakat tentang segala hal, baik menyangkut soal pelayanan publik maupun berbagi informasi yang terjadi di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, nantinya semua aduan masyarakat akan langsung dicatat oleh operator dan disampaikan kepada dinas-dinas yang bersangkutan.

Bima memastikan, lewat aplikasi itu kinerja seluruh dinas akan terlihat, mana yang bekerja dengan cepat atau lambat.

"Di sini semuanya harus merespon dengan cepat. Kalau ini tidak berjalan secara sistem, maka tidak ada artinya. Jadi satu saya pastikan, sistem IT ini berjalan. Kedua, dinas-dinasnya harus merespon dengan sangat cepat. Kalau dinas tidak merespon dengan cepat akan menjadi catatan. Ini akan mendorong birokrasi untuk berlari," jelas Bima, saat ditemui di Balai Kota Bogor, Senin (29/4/2019).

Baca juga: Kabupaten Bogor Dilanda Bencana Alam, Rumah hingga Jembatan Hanyut

Bima meyakinkan, dalam dua hari aduan atau laporan dari masyarakat tidak segera ditanggapi, maka dinas yang bersangkutan akan berurusan langsung dengan orang nomor satu di Kota Bogor itu.

"Banyak konsekuensinya memang. Tidak mudah. Tapi ini kita pilih supaya birokrasi bisa merespon dengan sangat cepat. Dimana-mana ini ada, di kota-kota yang birokrasinya cepat sistem ini ada, Tinggal ke depan kita perbaiki. Pasti akan ada kelemahan-kelemahan. Tapi daripada tidak dijalankan sama sekali lebih baik dijalankan," tutur Bima.

Baca juga: Wali Kota Bogor Jenguk Petugas KPPS, Satu di Antaranya Pingsan akibat Pendarahan di Otak

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Kota Bogor Firdaus mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan trial atau uji coba selama setahun sebelum aplikasi SiBadra dilaunching.

Selain itu, sosialisasi juga sudah dilakukan sehingga masyarakat paham dan tahu cara kerja dari aplikasi tersebut.

"Intinya aplikasi ini sudah menjalani uji coba dan sosialisasi. Jadi silahkan masyarakat jika ada aduan tentang kemacetan, kebersihan, pkl, kedaruratan, atau lainnya, bisa lewat aplikasi ini," ujar Firdaus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Regional
Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Regional
Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X