Wali Kota Bogor Jenguk Petugas KPPS, Satu di Antaranya Pingsan akibat Pendarahan di Otak

Kompas.com - 23/04/2019, 16:37 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menjenguk salah satu petugas KPPS yang dirawat di Rumah Sakit PMI Bogor, Selasa (23/4/2019). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menjenguk salah satu petugas KPPS yang dirawat di Rumah Sakit PMI Bogor, Selasa (23/4/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjenguk sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dirawat di beberapa rumah sakit pasca-pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Bogor, Selasa (23/4/2019).

Bima ingin memastikan kondisi para petugas KPPS yang dirawat dalam keadaan baik.

Meski begitu, dari beberapa rumah sakit yang dikunjunginya, Bima mendapati seorang petugas KPPS masih belum sadarkan diri akibat pendarahan di otak.

Baca juga: Sebelum Berpulang, Ketua KPPS di Cianjur Ini Sempat Tanya Sudah Berapa Anggota KPPS yang Meninggal

Bima menduga, kondisi itu akibat akumulasi kelelahan yang dialaminya saat bertugas mengawal proses pesta demokrasi di kota hujan.

"Hari ini saya dapat laporan dua warga bogor (petugas KPPS) meninggal dunia akibat kelelahan dan beberapa petugas lainnya dirawat. Saya coba menjenguk semuanya," ucap Bima, di RS PMI.

"Saya lihat penyebabnya hampir sama ya, kelelahan. Bahkan tadi Pak Hidayat (salah satu petugas KPPS) itu akumulasi kelelahan, dia terkena stroke pendarahan di otak," sambung Bima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bima mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun memberikan atensi khusus atas kejadian yang menimpa sejumlah petugas KPPS, baik yang meninggal maupun dirawat.

Ia menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan ambulans di masing-masing PPK.

Orang nomor satu di Kota Bogor ini juga memerintahkan kepada petugas puskesmas untuk memeriksa kondisi kesehatan para petugas KPPS.

"Pemkot Bogor memberikan atensi. Semuanya kita pastikan mereka yang dirawat memiliki BPJS. Kita komunikasi dengan keluarganya apa yang bisa kita bantu. Kita tidak mau ada korban lagi," sebut Bima.

Sementara itu, rilis data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menyebut, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak dua orang.

Baca juga: Kerap Pulang Pagi hingga Kelelahan, Ketua KPPS di Bogor Meninggal Usai Kawal Pemilu

Sedangkan yang dirawat berjumlah enam orang. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, yaitu RS PMI, RS Salak, RS Islam, RS Milenia, RS Ummi, dan RSUD Ciawi.

"KPU Kota Bogor sudah datang ke rumah duka dan menjenguk ke rumah sakit. Kami juga sudah memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan kami," tutur Ketua KPU Kota Bogor Samsudin.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X