BNPB Ungkap Penyebab Bencana Banjir dan Longsor di Bengkulu

Kompas.com - 29/04/2019, 09:54 WIB
Banjir masih menggenangi sejumlah permukiman warga di Bengkulu, Senin (29/4/2019). KOMPAS.com/FIRMANSYAHBanjir masih menggenangi sejumlah permukiman warga di Bengkulu, Senin (29/4/2019).

BENGKULU, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana ( BNPB) Doni Murado menyebutkan bencana banjir dan longsor di sembilan kabupaten di Provinsi Bengkulu disebabkan oleh ulah manusia. 

Bencana tersebut saat ini telah merenggut nyawa 29 orang korban dan 13 lainnya masih dinyatakan hilang. Sementara 12.000 jiwa harus mengungsi. 

Menurut Doni, penyebab terjadinya bencana adalah akibat kerusakan di kawasan hulu sungai yang merupakan daerah tangkapan air. Daerah itu rusak lantaran dipakai untuk pemukiman atau aktivitas pertambangan. 

Baca juga: Korban Bencana Bengkulu Bertambah: 29 Meninggal, 13 Hilang

"Ke depan peristwa seperti ini jangan terulang. Bahwa daerah tangkapn air di hulu sungai mengalami perubahan fungsi, alih fungsi lahan, dan pertambangan," kata Doni di Bengkulu, Senin (29/4/2019).

Atas temuan itu Doni mengatakan telah koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar wilayah Bengkulu dikakukan penilaian tata ruang kawasan tangkapan air dan fungsi hutan.

Selain itu Doni juga mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk melakukan penilaian di sejumlah pertambangan.

"Kedua kementerian itu akan menurunkan tim segera untuk melakukan penilaian dan evaluasi," tegasnya.

Baca juga: Banjir dan Longsor Bengkulu, 17 Orang Tewas, 12.000 Warga Mengungsi

Penataan DAS Vs tambang batubara dan kebun sawit

Temuan BNPB terkait biang keladi bencana banjir dan longsor dibenarkan oleh Direktur Yayasan Kanopi Bengkulu, Ali Akbar. Menurut Ali penanganan tata ruang pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus menjadi perhatian.

Sungai Bengkulu, Sungai Ketahun, Manna dan Sungai Musi yang merupakan sungai penting dengan fungsi utama sebagai penampung air, kewalahan menampung air yang bertubi-tubi mengalir ke badan sungai.

Luapan air itu akhirnya menjadi mesin pembunuh sumber penghidupan rakyat.

Bahkan luapan Sungai Bengkulu dan anak sungainya juga menggenangi sejumlah desa di Bengkulu Tengah seperti Desa Talang Empat, Desa Genting dan Bang Haji.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X