Bawa A5 ke Bawaslu, Mahasiswa Yogyakarta Minta Nyoblos di Pemungutan Suara Lanjutan

Kompas.com - 22/04/2019, 19:22 WIB
Koordinator Umum Aliansi Pejuang Hak Pilih,  Alphatio saat menunjukan salah satu data A5 yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 kemarin KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMAKoordinator Umum Aliansi Pejuang Hak Pilih, Alphatio saat menunjukan salah satu data A5 yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 kemarin

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Hak Pilih mendatangi Kantor Bawaslu DIY untuk menyerahkan data-data A5 yang pada tanggal 17 April tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Aliansi Pejuang Hak Pilih berharap, agar pemegang A5 bisa menggunakan hak pilihnya lewat Pemungutan Suara Lanjutan (PSL).

Koordinator Umum Aliansi Pejuang Hak Pilih, Alphatio mengatakan telah membuka posko dan kanal-kanal laporan bagi pemegang A5 yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 kemarin.

"Kedatangan kami kesini, untuk menyerahkan data-data A5. Kemarin mereka belum bisa memilih," ujar Koordinator Umum Aliansi Pejuang Hak Pilih, Alphatio di Kantor Bawaslu DIY, Senin (22/04/2019).

Baca juga: Kasus Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPU Maluku Pastikan Tidak Ada PSU

Tio menyampaikan, Aliansi Pejuang Hak Pilih menemukan banyak pemegang A5 yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS-TPS pada 17 April 2019 kemarin.

Paling banyak pemilik A5 yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya ada di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Mayoritas pemilik A5 tersebut adalah mahasiswa.

Berdasarkan data yang terkumpul di Aliansi Pejuang Hak Pilih terdapat 258 A5. Sedangkan yang mengirimkan via online ke Aliansi Pejuang Hak Pilih sejumlah 251.

Jika ditotal berdasarkan data yang terkumpul di Aliansi Pejuang Hak Pilih, ada sekitar 500 orang lebih pemilik A5 yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 kemarin.

Mayoritas pemilik A5 tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena berbagai sebab, antara lain ada TPS yang kehabisan surat suara.

"Kita melihat masalah ini tidak hanya ada di Sleman, tetapi di Bantul, Kulonprogo dan lain sebagainya. Jadi kita melaporkanya ke Bawaslu DIY agar diproses dan ditindaklanjuti," tegasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X