Warga Tasikmalaya Laporkan Dugaan Politik Uang "Paketan" Caleg Gerindra ke Bawasalu

Kompas.com - 22/04/2019, 15:33 WIB
Puluhan warga mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, untuk meminta politik uang paketan DPR RI dan DPRD Jabar dari salah seorang pengusaha untuk ditindaklanjuti, Senin (22/4/2019).KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA Puluhan warga mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, untuk meminta politik uang paketan DPR RI dan DPRD Jabar dari salah seorang pengusaha untuk ditindaklanjuti, Senin (22/4/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Puluhan warga dari beberapa kecamatan Kabupaten Tasikmalaya, melaporkan dugaan  politik uang paketan calon legislatif DPR RI dan DPRD Jabar dari Partai Gerindra ke kantor Bawaslu daerah setempat, Senin (22/4/2019).

Pelaporan ini berawal dari merebaknya politik uang paketan di hampir semua daerah pemilihan legislatif daerah Kabupaten, Kota Tasikmalaya dan Garut.

"Ya, ini kami melaporkan politik uang paketan. Ini laporan yang masih masif politik uang oleh calon DPR RI dan DPRD Jabar dari Partai Gerindra. Sama halnya di Kota Tasikmalaya juga yang sedang ramai," jelas salah seorang pelapor, Dadang Sumarna, warga Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: Kisah Money Politics di Tasikmalaya, Bos Bagi-bagi Uang Ajak Warga Coblos Paket Capres dan Caleg

Dadang menambahkan, pihaknya meminta keadilan kepada Bawaslu untuk segera memproses kasus politik uang yang dilakukan secara masif di hampir seluruh Kabupaten dan Kota Tasikmalaya serta Garut

Khusus di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, pihaknya mengaku telah menyerahkan barang bukti sejumlah uang dan amplop untuk mencoblos caleg paketan, saksi-saksi dan pelaku yang menyebarkan uang, sekaligus caleg Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dapil VI berinisial AN.

"Jadi si AN, pelaku ini sudah mengaku memberikan uang untuk wajib mencoblos DPR RI dan DPRD Jabar Partai Gerindra serta dirinya. Semua bukti dan saksi-saksi sudah diperiksa. Kita kawal terus kinerja Bawaslu terkait kasus ini. Pelapor sudah ada, saksi ada dan pelaku sudah ngaku ke Bawaslu," ungkap Dadang yang juga salah seorang caleg di Dapil yang sama.

Hal sama diungkapkan, Zenzen warga Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Ia menyebut penyebaran politik uang dilakukan di hampir semua dapil di Kabupaten Tasikmalaya. Politik uang itu dilakukan ke caleg yang sama, satu paketan dari Partai Gerindra.

"Ini yang datang ke sini melapor dari seluruh dapil se-Kabupaten Tasikmalaya. Jadi Bawaslu jangan pernah menganggap sepele kasus ini. Kami minta segera ungkap sampai ke sumbernya yang melakukan politik uang masif ini," tambah dia.

Baca juga: Caleg PDIP Kota Tasikmalaya Ini Meninggal Usai Kalah Pileg

Selain melapor secara resmi, puluhan warga tersebut menggelar aksi sembari membawa spanduk tolak politik uang paketan di depan kantor Bawaslu. Mereka pun meminta Bawaslu dan unsur terkait segera memproses dan menetapkan pelakunya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda, mengaku kasus tersebut telah di proses dan saat ini sudah dilimpahkan ke tim gabungan hukum terpadu untuk dikaji lebih dalam. Dodi pun membenarkan kalau bukti dan saksi-saksi serta yang diduga pelaku sudah didapatkannya.

"Ini juga sebetulnya masih menyangkut temuan Bawaslu awalnya di Kecamatan Salawu. Kini sudah memasuki tahap satu, dan sudah ditangani tim Gakumdu. Bukti dan saksi sudah memenuhi unsur. Tinggal proses keputusannya nanti setelah hasil kajian dilakukan," ungkap Dodi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X