Kisah "Money Politics" di Tasikmalaya, "Bos" Bagi-bagi Uang Ajak Warga Coblos Paket Capres dan Caleg

Kompas.com - 19/04/2019, 12:27 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Fenomena politik uang atau money politics tak bisa dilepaskan dari momen pemilihan umum terutama calon anggota legislatif DPR RI, DPRD Provinsi, kota dan kabupaten.

Seperti terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya, menyebar informasi politik uang tanpa amplop paketan untuk memenangkan pilpres, caleg DPR RI dan provinsi saat malam sebelum hari pencoblosan, Rabu (17/4/2019) kemarin.

Jumlah uang pun tak sedikit dan dilakukan secara masif dan terstruktur.

Baca juga: Money Politics di Bengkulu, Uang Yang Diterima antara Rp 25.000 hingga Rp 200.000

Hampir semua daerah kecamatan di Kota Tasikmalaya mengetahui adanya pergerakan politik uang yang diduga berasal dari salah satu pengusaha besar di kota santri tersebut. 

"Kemarin pilpres, caleg DPR RI sama DPRD Jabar kalah semua yang lainnya oleh anaknya si bos. Kalah semuanya, se-Tasik, si bos nge-bom (istilah bagi-bagi uang)," jelas pria paruh baya berinisial JN, asal Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (19/4/2019).

JN mengaku mau menceritakan pengalamannya saat bagi-bagi uang, namun enggan diberitakan namanya.

Baca juga: DPD PKS Lombok Timur Tegaskan Tak Ada Money Politics pada Acara Calegnya

Sehari berselang pencoblosan, JN berkumpul bersama rekan-rekan lainnya untuk menerima mandat dari bosnya membagi-bagikan uang kepada warga untuk mencoblos satu paket, salah satu capres dan anaknya yang mencalonkan diri di DPR RI dan DPRD Provinsi yang kebetulan berasal dari partai yang sama.

Uang paketan itu berkisar antara Rp 200 ribu sampai dengan Rp 250 ribu. Saat mengedarkannya, sengaja tak diberi amplop supaya sulit terdeteksi oleh petugas pengawas dan langsung diberikan ke calon pemilih.

Namun, saat membagikan uangnya, JN dan rekan lainnya memberitahukan secara lisan dan menunjukkan gambar calon siapa yang harus dipilih mulai dari capres, DPR RI dapil XI dan DPRD Jabar.

"Mulai dari capres, DPR RI dan DPRD Provinsi dari partai nasionalis yang sama. Warga di Kota Tasikmalaya mah gampang saja, asal ada uang pasti mereka bisa diarahkan," ungkapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X