Bima Arya Ajak Warga Bogor Kompak Usai Pemilu

Kompas.com - 20/04/2019, 11:55 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Dedie Rachim saat ditemui wartawan usai pelantikan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (20/4/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Dedie Rachim saat ditemui wartawan usai pelantikan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (20/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak warganya untuk kembali kompak usai pelaksanaan Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan Bima Arya menanggapi instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang meminta kepala daerah menjaga kondisivitas pasca-Pemilu.

"Ya ini tugas utama saya dan pak wakil akan menjait silaturahmi, merawat lagi, komunikasi dengan semuanya, kita harus bersama lagi," ujar Bima usai dilantik sebagai Wali Kota Bogor di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (20/4/2019).

Bima Arya tak menampik jika terjadi peningkatan tensi di masyarakat selama perhelatan Pilpres 2019. Sebab itu, merekatkan kembali hubungan di masyarakat jadi atensi pertamanya setelah resmi dilantik sebagai pimpinan Kota Bogor.

Baca juga: Lantik Bima Arya dan Herdiat Sunarya, Ridwan Kamil Beri Pesan Ini

"Langkah pertama kita adalah membangun kebersamaan di kota bogor. Enggak mungkin kota bogor maju melangkah, berlari tanpa kebersamaan," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta para kepala daerah untuk menjaga kondusivitas pasca-Pemilu 2019.

Hal itu ia sampaikan sesuai melantik Bima Arya-Dedie Rachim sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor serta Herdiat Sunarya-Yana D Putra sebagi Bupati dan Wakil Bupati Ciamis di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (20/4/2019).

"Saya menitipkan kondusivitas di minggu minggu ini agar menyikapi pemilihan presiden dan legislatif disikapi dengan cara tang bijaksana dan lebih baik," ungkap Emil, sapaan akrabnya.

Baca juga: Bima Arya Resmi Dilantik, Janji Fokus Tangani Kemacetan di Kota Bogor

Ia pun berpesan agar kepala daerah mengurangi pernyataan atau unggahan sosial media yang berpotensi membuat kegaduhan di masyarakat.

"Yang pertama, jaga ketenangan, kurangi statement-statement atau postingan-postingan yang kurang produktif dan membuat suasana tidak kondusif," tuturnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap menahan diri dan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Medua tentunya kita berharap serahkan semua keputusan ke KPU. Hasil akhirnya itu yang nanti bisa menjadi acuan dan damai, tenang, diharapkan diberi contoh oleh Ciamis dan tentunya Bogor," jelasnya.

Baca juga: Jawab Prabowo, Bima Arya Sebut Tak Mungkin Ada Manipulasi Quick Count secara Masif

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X