Menteri Susi Pimpin Pengejaran 7 Kapal Ikan Asing di Natuna

Kompas.com - 19/04/2019, 16:26 WIB
Foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat paddling di dekat kapal Silver Sea 2 yang ditangkap akibat illegal fishing. Instagram @susipudjiastuti115Foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat paddling di dekat kapal Silver Sea 2 yang ditangkap akibat illegal fishing.
Penulis Aprillia Ika
|

KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun langsung ke laut dalam operasi pemberantasan illegal fishing di Laut Natuna Utara Kepulauan Riau pada 15-16 April 2019.

Dalam operasi yang didukung oleh armada TNI Angkatan Laut KRI Usman Harun, Menteri Susi berhasil mendeteksi keberadaan tujuh kapal perikanan asing berbendera China yang sedang melintas di Laut Natuna Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman dalam siaran persnya mengatakan, setelah berhasil dideteksi melalaui radar, KRI Usman Harun melakukan pengejaran terhadap ketujuh kapal tersebut.

Kemudian dilakukan penghentian dan pemeriksaan terhadap tujuh kapal atas nama Zhong Tai tersebut.

 Baca juga: Jelang Coblosan, Menteri Susi Pimpin Langsung Operasi Illegal Fishing di Natuna

"Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ketiga kapal tersebut dalam pelayaran dari Tiongkok menuju Mozambiq serta seluruh alat tangkap yang dimiliki tersimpan di dalam palka serta tidak ditemukan adanya hasil tangkapan. Sehingga, dari hasil pemeriksaan tidak terdapat bukti awal untuk menduga kapal-kapal tersebut melakukan illegal fishing di perairan Indonesia," jelas Agus Suherman, seperti dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (19/4/2019). 

Sebagaimana diketahui, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan menyebutkan bahwa setiap kapal penangkap ikan berbendera asing yang tidak memiliki izin penangkapan ikan selama berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia, wajib menyimpan alat penangkapan ikan di dalam palka.

Apabila ditemukan kapal penangkap ikan berbendera asing yang tidak memiliki izin penangkapan ikan, yang selama berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia tidak menyimpan alat penangkapan ikan di dalam palka maka dapat dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 500 juta.

Baca juga: Menteri Susi: Kalau Perlu Saya Perintahkan Saja Tenggelamkan di Tengah Laut

Namun sanksi yang lebih berat dapat dijatuhkan apabila ditemukan kapal perikanan asing melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia tanpa izin penangkapan ikan.

Sanksi yang dapat dikenakan yaitu pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Kelahiran Cucu Ketiga Presiden Joko Widodo, La Lembah Manah

Cerita di Balik Kelahiran Cucu Ketiga Presiden Joko Widodo, La Lembah Manah

Regional
Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Regional
Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Regional
Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Regional
Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Regional
Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Regional
Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Regional
Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Regional
Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas,  Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas, Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Regional
Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Regional
Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Regional
[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

Regional
Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Regional
Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Regional
Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X