Satu Distrik di Tolikara Papua Belum Gelar Pemilu

Kompas.com - 19/04/2019, 11:46 WIB
Anggota Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Michael Manoach. KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIAnggota Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Michael Manoach.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Bawaslu Provinsi Papua mengungkapkan ada satu distrik di Kabupaten Tolikara yang hingga kini belum menggelar Pemilu.

Hal ini dikarenakan adanya perebutan dari beberapa caleg yang ingin memperoleh suara melalui sistem noken atau ikat.

"16 TPS di 8 Kampung Distrik Air Garam Kabupaten Tolikara belum melakukan pemungutan suara," ujar Anggota Komisioner Bawaslu Papua Ronald Michael Manoach, melalui telepon, Jumat (19/04/2019).

Kini, ungkap Ronald, karena alasan keamanan seluruh logistik di Distrik Air Garam dikembalikan ke Karubaga yang merupakan ibukota kabupaten.


Baca juga: Bawaslu Beberkan Potensi Masalah Sistem Noken di Papua pada Pemilu 2019

Menurut dia KPUD Tolikara telah meminta rekomendasi Bawaslu agar proses pemungutan suara dilakukan di Karubaga.

Namun Bawaslu menolak permintaan tersebut dan merekomendasikan agar Pemilu tetap dilakukan di Distrik Air Garam.

"Kami berpatokan dari wilayah administratif," cetus Ronald.

Ditanya apakah temuan tersebut akan mengganggu rekapitulasi suara di tingkat distrik mengingat perhitungan suara tingkat PPD yang di jadwalkan tingkat TPS hanya berlaku dua hari, menurut Ronald, Bawaslu hingga saat ini pihaknya masih dalam tahap koordinasi.

Baca juga: Daerah-daerah di Papua yang Memakai Sistem Noken pada Pemilu 2019

Untuk menindak lanjtu masalah tersebut, Tim supervisi Gakkumdu Papua sedang menuju ke Kabupaten Tolikara untuk mengatasi polemik tersebut.

“Kita semua termasuk Gakkumdu turun untuk membackup masalah ini, saya sendiri saat ini sudah ada di Nabire untuk ke Intan Jaya, Paniai untuk melakukan pengawasan," kata Ronald.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X