Bawaslu: Uang Rp 355 Juta di Sebuah Mobil dan Penumpang Ojol Bukan Politik Uang

Kompas.com - 17/04/2019, 07:32 WIB
ilustrasi uang dalam amplop. Thinkstockilustrasi uang dalam amplop.

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu Surabaya menyebut uang yang diamankan dari sebuah mobil dan penumpang ojek online senilai ratusan juta rupiah bukan praktik politik uang.

Seperti diketahui, pada Senin (15/4/2019) malam, kepolisian di Surabaya mengamankan orang dalam sebuah mobil dan penumpang ojek online di Jalan Gayungan, Surabaya.

Keduanya membawa uang total Rp 355.550.000, dengan rincian uang di dalam mobil Rp 102.550.000 dan penumpang ojol Rp 253.000.000.

Baca juga: Bawa Rp 373 Juta, Mobil Dan Penumpang Ojol Diamankan di Surabaya

Komisioner Bawaslu Surabaya Usman mengatakan, status uang Rp 355 juta yang diamankan polisi di Gayungan itu untuk keperluan logistik para saksi salah satu partai politik peserta pemilu.

Usman yang juga Koordinator Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Surabaya itu mengaku tidak menemukan unsur formil dan materiil tentang pelanggaran pemilu atau praktik politik uang jelang pemilu.

"Sesuai hasil rapat bersama satuan Gakkumdu, keputusan kami tidak memproses, karena tidak memenuhi syarat formil dan materil," kata Usman, kepada Kompas.com, Selasa (16/4/2019).

Usman mengatakan, orang yang membawa mobil itu akan membawa uang tersebut ke Blitar. Sementara itu, penumpang ojol akan membawa uang tersebut ke Tulungagung.

Usman mengaku, sudah meminta klarifikasi dan dokumen berita acara penyerahan uang saksi dari Pengurus DPD salah satu parpol ke Pengurus DPC salah satu parpol di Blitar dan Tulungagung.

Kendati demikian, apabila terdapat fakta-fakta baru, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dimungkinan dua orang yang membawa uang ratusan juta itu diperiksa kembali.

"Makanya, kalau memang itu ada perkembangan berlanjut akan kita tindak lanjuti," ujar dia.

Baca juga: Tim Satgas Money Politics Amankan 6 Timses Caleg PKS di Medan yang Bagikan Handuk dan Kartu Nama

"Namun, sampai saat ini, hasil kami konfirmasi dan hasil kami rapat koordinasi dengan Gakkumdu, tidak ada unsur penyerahan (uang) kepada seseorang terkait dengan money politics," ucap dia.

Sebelumnya, pada Senin (15/4/2019) malam, Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan dua orang yang membawa uang dalam jumlah besar saat patroli di kawasan Gayungan Surabaya.

Dua orang tersebut membawa Rp 253.000.000 dan Rp 102.550.000 berbentuk pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yang tersimpan di dalam amplop.

Saat ini, kedua saksi yang membawa uang ratusan juta itu sudah dipersilakan untuk pulang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X