KKP Kembali Tangkap 6 Kapal Ikan Asing di Natuna Utara dan Selat Malaka

Kompas.com - 10/04/2019, 15:54 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal ikan asing (KIA) yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).  Enam KIA tersebut terdiri dari 4 KIA asal Vietnam dan 2 KIA asal Malaysia. Dok. PSDKP KKPKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap kapal ikan asing (KIA) yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI). Enam KIA tersebut terdiri dari 4 KIA asal Vietnam dan 2 KIA asal Malaysia.

BATAM, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) kembali menangkap kapal ikan asing (KIA) yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal ( illegal fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

Enam kapal ikan asing tersebut terdiri dari empat KIA asal Vietnam dan dua KIA asal Malaysia.

Keenam kapal ikan asing ini ditangkap oleh dua Kapal Pengawas Perikanan di Zona Ekonomi Eklusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara dan ZEEI Selat Malaka, pada Selasa (9/4/2019) kemarin.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman mengatakan, enam kapal ikan asing yang ditangkap tersebut beroperasi tanpa dokumen perizinan dari Pemerintah Indonesia serta menggunakan alat tangkap yang dilarang yakni trawl.

Baca juga: 6 Kapal Ikan Asing Dimusnahkan di Pulau Abang Kecil

Kapal pengawas yang berhasil menggagalkan pencurian ikan tersebut yakni KP. Hiu Macan 01 yang dinakhodai Kapten Samson.

"KP Hiu Macan 01 berhasil menangkap empat KIA asal Vietnam sekitar pukul 08.00 sampai pukul 09.00 WIB dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan," kata Agus melalui rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (10/4/2019).

Adapun keempat kapal tersebut yakni BV 4939 TS, BV 5156 TSn BV 93817 TS, dan BV 93816 TS.

Bahkan dalam penangkapan tersebut juga diamankan 24 orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam.

"Saat ini kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak Kalimantan Barat untuk proses hukum," jelasnya.

Baca juga: Curi Ikan, Kapal Ikan Vietnam Ditangkap KRI Teuku Umar-385

Sementara dua kapal Malaysia atas nama KM PKFA 8888 (61,70 GT) dan PKF 7878 (67,63 GT) yang ditangkap oleh KP Hiu Macan Tutul 002 yang dinakhodadi Ilman Rustam di ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya dua kapal beserta sembilan orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X