2 Dugaan Penyebab Pelaku Mutilasi Mayat Guru Honorer di Blitar

Kompas.com - 08/04/2019, 19:19 WIB
Suasana luar ruangan tempat pemeriksaan saksi kasus mayat dimutilasi di Polres Kediri Kota, Jawa Timur, Jumat (5/4/2019). KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIMSuasana luar ruangan tempat pemeriksaan saksi kasus mayat dimutilasi di Polres Kediri Kota, Jawa Timur, Jumat (5/4/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik menduga ada dua penyebab pelaku memutilasi mayat guru honorer Budi Hartanto yang ditemukan di dalam koper di Blitar

Kemungkinan pertama, pelaku ingin menghilangkan jejak. Sedangkan kemungkinan kedua, jika kepala tidak dipotong, maka tubuh korban tidak akan cukup jika dimasukkan dalam koper.

"Karena itu, pelaku harus memotong leher korbannya agar bisa dimasukkan dalam koper," katanya kepada wartawan, Senin (8/4/2019).

Baca juga: Guru Honorer yang Mayatnya Ditemukan Dalam Koper Sempat Melawan saat Disabet Senjata Tajam

Sebelum korban meninggal dunia, kata Barung, korban sempat melawan dengan menangkis sabetan senjata tajam dengan tangan kanannya. Itu dibuktikan dengan bekas luka yang ditemukan di tangan kanan korban.

Baca juga: Polisi Sudah Kantongi Identitas Pembunuh Mayat Dalam Koper di Blitar

Namun, menurut hasil pemeriksaan laboratorium forensik, sabetan itu tetap mengenai leher korban meski sempat ditangkis.

Koper berisi mayat Budi Hartanto ditemukan seorang pencari rumput di pinggir sungai bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019).

Mayat Budi ditemukan tanpa kepala dan dalam kondisi tanpa busana.

Budi yang berprofesi sebagai tenaga honorer dan instruktur tari itu diketahui tidak pulang ke rumah orangtuanya sejak Selasa (2/4/2019) malam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X