Pemerintah Tanggung Kebutuhan Korban Banjir Jayapura di Pengungsian

Kompas.com - 03/04/2019, 09:00 WIB
Masyarakat di Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, yang sedang mengungsi di Gereja GKI Elim Ayapo. Kampung mereka terendam air Danau Sentani yang meluap hingga 2 meter KOMPAS.com/Dhias SuwandiMasyarakat di Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, yang sedang mengungsi di Gereja GKI Elim Ayapo. Kampung mereka terendam air Danau Sentani yang meluap hingga 2 meter

JAYAPURA, KOMPAS.com - Memasuki masa transisi darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura, Papua, pemerintah kini fokus pada proses pemulihan para korban terdampak, khususnya bagi mereka yang kini tengah mengungsi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kahupaten Jayapura, Sambodo Samiana mengatakan, selama masa transisi darurat, para pengungsi akan ditanggung oleh pemerintah.

" Pemerintah akan biayai sampai selesai (transisi darurat). Estimasi kita selama 3 bulan," kata Sambodo, kepada wartawan di Posko Pengugsian GOR Touware, Distrik Waibu, pada Rabu (3/4/2019).

Pada masa tersebut, sambungnya, para pengungsi akan didata untuk mendapatkan informasi tentang alamat dan kerugian yang mereka derita.

Baca juga: 5 Fakta Jokowi Kunjungi Korban Banjir di Sentani, Gelar Rapat di Lantai hingga Korban Minta Alat Berat

"Para pengungsi yang masih ada saat ini akan didata apakah benar rumahnya hancur atau terendam dan masih bisa ditempati. Tetapi, nanti akan dibangunkan rumah sementara, namun lokasinya belum diputuskan," ujar Sambodo.

Pendataan tersebut, lanjut Sambodo, juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengungsi "siluman" yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dari penderitaan orang lain.

Selain itu, masyarakat di 21 kampung yang ada di sekitar Danau Sentani, yang kini tengah mengungsi karena air di danau tersebut masih meluap, juga akan mendapat perlakuan yang sama seperti yang diberikan kepada para pengungsi lainnya.

"Di danau ada 21 kampung yang terdampak, itu juga akan didata, nanti diupayakan bantuan dari Kementrian Sosial tetapi bantuannya bukan berupa uang, melainkan bahan bangunan. Diharapkan jika dibangun dapat pindah dari tempat itu atau dinaikkan rumahnya," kata Sambodo.

Baca juga: Bapak Presiden, Tolong Tengok Kami Korban Banjir Bandang Sentani

Sebagai informasi, jumlah pengungsi akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura pada 16 Maret 2019 sebanyak 7.617 orang yang disebar di lima posko yakni Sub Posko Sabron Sari, Pos Toware, Pos Stadion Barnabas Youwe (SBY), Pos Puspemka dan Sub Pos SKB.

Kemudian jumlah korban akibat luapan air Danau Sentani sebanyak 1.639 kepala keluarga dan saat ini mendirikan pengungsian mandiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Ditegur Polisi, Agus Banting Batu Besar ke Sepeda Motornya, Sudah Minta Maaf

Kesal Ditegur Polisi, Agus Banting Batu Besar ke Sepeda Motornya, Sudah Minta Maaf

Regional
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus Rp 1 Miliar di Rekening Hilang | Sulitnya Yasidah Urus Surat Kematian

[POPULER NUSANTARA] Kasus Rp 1 Miliar di Rekening Hilang | Sulitnya Yasidah Urus Surat Kematian

Regional
Ditegur Polisi Saat Razia, Pria Ini Rusak Motornya dengan Batu Besar

Ditegur Polisi Saat Razia, Pria Ini Rusak Motornya dengan Batu Besar

Regional
Terekam CCTV, Pria Pukuli ATM dengan Palu, Tantang Warga yang Menegurnya

Terekam CCTV, Pria Pukuli ATM dengan Palu, Tantang Warga yang Menegurnya

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X