Kemenkumham DIY Bentuk Pengawas Orang Asing Tingkat Kecamatan

Kompas.com - 21/03/2019, 23:39 WIB
Kanwil Kemenkum dan HAM DIY membentuk tim pengawasan orang asing hingga tingkat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Mereka mengantisipasi ledakan keluar masuk orang asing setelah Bandara New Yogyakarta International Airport beroperasi, April 2019 mendatang. KOMPAS.com/DANI JKanwil Kemenkum dan HAM DIY membentuk tim pengawasan orang asing hingga tingkat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Mereka mengantisipasi ledakan keluar masuk orang asing setelah Bandara New Yogyakarta International Airport beroperasi, April 2019 mendatang.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta mengukuhkan tim Pengawasan Orang Asing untuk Tingkat Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo.

Tim ini merupakan kolaborasi kantor Keimigrasian dengan para pemimpin wilayah pada tingkat kecamatan, seperti Koramil dan Polsek, hingga camat.

Kemenkumham mengharapkan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing bisa lebih ketat. Karenanya, pengawasan lintas sektor hingga peran masyarakat dinilai sebagai langkah paling baik.

"Karena tenaga sangat terbatas maka kita dibantu sampai tingkat kecamatan. Tanpa ada komunikasi kantor imigrasi dengan camat maka kita tak bisa berbuat banyak. Maka perlu pengukuhan tim ini," kata Krismono, kepala Kanwil Kemenkum dan HAM DIY seusai seremoni pembentukan Timpora Tingkat Kecamatan di Kulon Progo, Kamis (21/3/2019).

Pemerintah merasa perlu mengantisipasi berbagai pelanggaran yang melibatkan orang asing. Pelanggaran terbanyak terkait izin tinggal dan penyalahgunaan visa.

Baca juga: Gerak-gerik Orang Asing di Cianjur Semakin Diawasi

 

Tidak menutup kemungkinan pelanggaran lain seperti tindak kriminal mulai dari terkait peredaran narkotika hingga cybercrime, termasuk pengawasan dari kegiatan dan aksi terorisme.

"Potensi pelanggaran itu overstay dan tidak sesuai adat istiadat. Selama ini paling banyak adalah overstay, khususnya pelajar. Kalau di Kulon Progo adalah wisatawan dan bisa (terkait) bekerja juga," kata Sutrisno, kepala Kantor Imigrasi Klas I Yogyakarta.

Pengawasan hingga tingkat pemerintahan terbawah terbilang mendesak. Pasalnya, kegiatan dan aktivitas orang asing sudah sampai tataran kehidupan warga hingga pelosok.

Yogyakarta merupakan pintu masuk orang asing. Lalu lintas keluar masuk mereka terbilang sangat sibuk.

Sedikitnya 30 orang asing datang ke Yogyakarta dalam satu hari melalui penerbangan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X