Orang dengan Gangguan Jiwa Bisa Jadi Pemilih Tetap, asalkan...

Kompas.com - 20/03/2019, 17:35 WIB
Ilustrasi gangguan mental Shutterstock.comIlustrasi gangguan mental

KOMPAS.com – Orang yang mengidap gangguan kesehatan jiwa dinyatakan bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2019 sebagai seorang pemilih.

Kebijakan ini kemudian sempat memicu pro kontra, karena orang-orang dengan gangguan jiwa dianggap belum bisa mempertanggungjawabkan pilihannya.

Namun, ternyata pelibatan itu bisa terjadi selama yang bersangkutan dinyatakan telah memenuhi aspek-aspek yang sudah ditetapkan.

Setidaknya terdapat dua aspek utama yang harus dipenuhi seorang penderita gangguan jiwa untuk bisa menjadi pemilih. Dua aspek itu adalah faktor kesiapan mental dan terpenuhinya identitas kependudukan.

Baca juga: KPU Tegaskan Tak Data Orang Gangguan Jiwa di Jalan sebagai Pemilih

Kesiapan mental

Dilihat dari aspek kesehatannya, menurut dokter spesialis kejiwaan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta, dr Aliyah Himawati Rizkiyani SpKJ seorang pasien harus dinyatakan siap secara mental.

"Bukan tes ya, bukan tes bukan ujian. Tetapi ini pemeriksaan mentalnya. Dia sudah bisa belum berpikir secara rasional, seperti itu. Syaratnya itu. Kalau dia sudah bisa, kami bolehkan ikut," kata Aliyah ditemui di RSJD Surakarta, Rabu (20/3/2019).

Adapun instrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner dan dilengkapi dengan wawancara khusus. Namun, dari semua pasien yang dirawat, tidak semua diperiksa dan diberikan lembar kuesioner.

"Nanti kita kan bisa melihat, kalau memang dia dalam perjalanannya, pasien sakitnya itu memang tidak bisa ke arah situ, ya tidak kami beri. Jadi yang memungkinkan, misalnya yang sudah di bangsal tenang," ucap Aliyah.

Untuk diketahui, kondisi pasien di RSJ memang berbeda-beda. Ada yang masih kebingungan dan belum sehat secara mental, ada yang sudah lebih tenang, ada juga yang sudah bisa berpikir dan menggunakan logikanya.

Baca juga: KPU Imbau Pemilih Luar Negeri Tak Unggah Surat Suara yang Dicoblos

Dokumen kependudukan

Ilustrasi KTPShutterstock.com Ilustrasi KTP
Staf Humas RSJ Daerah Surakarta, Totok Hardiyanto menjelaskan, selain rekomendasi dokter, ada syarat lain yang diminta oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar seseorang yang pernah atau masih mengalami gangguan jiwa bisa menjadi pemilih dalam gelaran pemilu.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Regional
Berstatus OTG, Anggota DPRD Maluku yang Positif Covid-19 Jalani Karantina Mandiri

Berstatus OTG, Anggota DPRD Maluku yang Positif Covid-19 Jalani Karantina Mandiri

Regional
Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Regional
Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X