Dengar Kabar Anak Jadi Korban Penembakan di Selandia Baru, Orangtua Syok

Kompas.com - 16/03/2019, 14:11 WIB
Rumah orangtua Zulfirman Syah, korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) siang. KOMPAS.com/PERDANA PUTRA Rumah orangtua Zulfirman Syah, korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) siang.

PADANG, KOMPAS.com — Sempat dirahasiakan, akhirnya kedua orangtua korban penembakan brutal di Selandia Baru mengetahui anaknya Zulfirman Syah menjadi korban.

Kedua orangtua korban, Nasrul (78) dan Yusni (72), syok dan menangis hampir 1,5 jam setelah mendengarkan informasi dari anaknya, Handra.

"Awalnya sempat saya rahasiakan. Namun, setelah melihat kondisi orangtua saya sudah siap, akhirnya tadi malam saya sampaikan juga informasi soal Zul," kata kakak korban, Handra, yang dihubungi Sabtu (16/3/2019).


Baca juga: Berencana ke Selandia Baru, Keluarga Korban Penembakan Minta Bantuan Pemerintah

Handra mengatakan, kondisi orangtuanya yang sudah uzur dan sakit membuat dirinya belum tega menyampaikan informasi tentang Zul secepatnya.

"Ayah saya pernah menderita stroke ringan dan ibu sudah tua. Makanya sempat saya rahasiakan. Setelah saya katakan, mereka syok dan menangis. Syukur mereka sekarang masih kuat kendati kadang-kadang sempat juga menitikkan air mata," ujarnya. 

Handra mengatakan, hari ini keluarganya akan berkumpul di rumah kediaman orangtuanya di Jalan Tanjung Indah III G8, Lapai, Padang, untuk bertemu dan merencanakan pergi ke Selandia Baru.

"Hari ini, kakak-kakak saya akan datang ke rumah orangtua. Kami beradik kakak ada enam orang. Zul anak paling bungsu. Saya anak ke-5. Sementara kakak-kakak saya yang di Tanjung Pinang dan Palembang sudah dalam perjalanan menuju ke sini," katanya.




Close Ads X