Kompas.com - 14/03/2019, 22:40 WIB
Polres dan Kodim Aceh Besar kembali memusnahkan lima hektar tanaman ganja yang ditemukan di kawasan hutan Desa Cot Sibate, Kecmatan Montasik, Aceh Besar, Kamis (14/3/2019). Puluhan ribu batang ganja dimusnahkan langsung di lokasi dengan cara dicabut kemudian dibakar. KOMPAS.COM/RAJA UMARPolres dan Kodim Aceh Besar kembali memusnahkan lima hektar tanaman ganja yang ditemukan di kawasan hutan Desa Cot Sibate, Kecmatan Montasik, Aceh Besar, Kamis (14/3/2019). Puluhan ribu batang ganja dimusnahkan langsung di lokasi dengan cara dicabut kemudian dibakar.

ACEH BESAR, KOMPAS.com - Polres Aceh Besar dan Kodim 0101 Banda Aceh-Aceh Besar, kembali melakukan pemusnahan ladang ganja seluas lima hektar yang ditemukan di kawasan hutan Desa Cot Sibate, Kecamatan Montasik, Aceh Besar.

Pemusnahan puluhan ribu batang ganja itu dilakukan oleh personil gabungan TNI/Polri dengan cara dicabut dan langsung dibakar di lokasi.

“Hari ini kita lakukan pemusnahan ladang ganja yang ditemukan di kawasan hutan Desa Cot Sibate, Kecamatan Montasik seluas lima hektar,” kata AKBP Ayi Satria Yudha, Kapolres Aceh Besar kepada wartawan di lokasi ladang ganja, kamis (14/3/2018).

Baca juga: Polres Aceh Besar Temukan 1 Hektar Ladang Ganja Tak Bertuan

Ayi mengatakan, puluhan ribu batang ganja yang ditemukan di dua lokasi dengan luas lahan lima hektar itu, diperkirakan baru berusia tiga bulan dengan ketinggian batang 50 hingga 150 sentimer, sehingga tanaman haram itu belum dapat dipanen oleh pemilik lahan untuk diedarkan.

“Tanaman ganja ini masih muda, diperkirakan barusia tiga bulan belum dapat diproduksi,” katanya.

Dua lokasi ladang ganja yang dimusnahkan hari ini letaknya tak jauh dari lahan yang ditemukan pekan lalu seluas tiga hektar.

“Totalnya sejak awal bulan ini sudah 10 hektar ladang ganja berhasil kita musnahkan, termasuk tiga hari yang lalu yang musnahkan di Lhong Aceh Besar” sebutnya.

Baca juga: TNI dan Polisi Temukan Setengah Hektar Ladang Ganja di Lahat

Namun, dari total 10 hektar ladang ganja yang telah dimusnahkan, belum ditemukan pemiliknya.

“Dari tiga kali operasi ini belum kita temukan pemilik ladang, kita sedang lidik," kata Ayi.

Menurut Ayi, pengusutan pemilik ladang ganja yang ditemukan selama ini di Aceh Besar lantaran umumnya lokasi berada jauh di tengah hutan dan medannya sulit dijangkau, apalagi tanaman ganja harus selalu dijaga dan dirawat oleh pemiliknya.

“Kesulitan untuk menemukan pemilik ladang ganja karena lokasi jauh dan sulit dijangkau, kemudian pemilik ladang pun tidak perlu menjaga dan merawat setelah menanam, karena ganja di sini tumbuh subur tanpa harus sirawat,” ujarnya.

Pemusnahan ladang ganja hari ini bertepatan dengan hari pertama dimulainya Operasi Antik Rencong 2019 Polda Aceh yang menyasar peredaran narkotika dan obat terlarang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X