OJK: Penerbitan Obligasi Daerah di Jateng Masuk Tahap Finalisasi

Kompas.com - 14/03/2019, 20:04 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, kepada wartawan di Kantor OJK Regional Jateng-DIY di Semarang, Kamis (14/3/2019). KOMPAS.com/NAZAR NURDINKepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, kepada wartawan di Kantor OJK Regional Jateng-DIY di Semarang, Kamis (14/3/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menerbitkan obligasi daerah (obda). OJK menyebutkan, rencana penerbitan obligasi daerah di Jateng tinggal proses akhir.

"Tinggal persetujuan DPRD dan finalisasi projek mana yang dibiayai. Diskusinya juga sudah cukup panjang," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, kepada wartawan di Kantor OJK Regional Jateng-DIY di Semarang, Kamis (14/3/2019).

Dijelaskan Hoesen, untuk menerbitkan obligasi daerah diperlukan tim bersama dari Kementerian Keungan dan Kementerian Dalam Negeri, bersama Pemda dan OJK.

Di Jawa Tengah, tim bersama telah intens membahas hal teknis soal obda, mulai dari potensi pembiayaan, hingga kemampuan membayar utang, baik bunga dan pokoknya.

Baca juga: OJK Dukung Jabar Gunakan Obligasi Daerah untuk Bangun Infrastruktur

Setelah itu, harus ada tim teknis atau unit pelaksana di pemerintah daerah yang mengurus obligasi daerah.

"Kita juga bicara ke Menpan, bahwa harus ada unit baru untuk mengelola utang pada publik. Di Pemda, belum ada utang ke swasta, tentunya harus ada unit yang kelola utang," tambahnya.

Bantu sosialisasi

Hoesen menambahkan, OJK akan senang membantu sosialisasi soal obda kepada instansi terkait dan masyakat. OJK juga bersedia melalukan pendampingan pemilihan proyek yang akan menjadi objek yang dibayai.

Syarat penerbitan Obda, harus berupa proyek yang visibel, atau proyek yang menghasilkan pendapatan, sehingga bisa membayar bunga dan pokoknya," tambahnya.

Baca juga: Jateng, Provinsi Pertama yang Terapkan Penggunaan Obligasi Daerah

"Obligasi itu nanti diperkualbelikan. Ini hutang, dan nanti akan membayar," tambahnya.

Ditambahkannya, obligasi daerah yang diidentikkan dengan surat utang identik dengan hal negatif. Namun, jika tujuan untuk hal produktif tentunya bukan suatu masalah.

"Orang setelah nikah lalu mau beli rumah itu tidak akan kebeli jika nunggu uang kumpul. Tapi baiknya ncicil. Hutang itu tidak salah, asal sesuai kemampuan. Masyarakat ketika beli rumah sudah terbiasa kpr, tidak tunai," tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Jawa Tengah dijadikan pilot project terkait penerbitan obligasi daerah sebagai salah satu sumber pembiyaaan untuk proyek-proyek infrastrukturnya.

Baca juga: Obligasi Daerah, Alternatif Pembiayaan Percepatan Pembangunan di Jateng

Pemprov Jateng telah melangkah cukup jauh untuk merealisasikan keinginan mencari pembiayaan alternatif itu. Jateng telah membentuk tim percepatan yang ditarget selesai di akhir tahun 2018.

Pada 2019, Jateng ditarget sudah mendapat pembiayaan dari pasar modal. Namun hingga Maret 2019, penerbitan obligasi daerah masih belum juga dilakukan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Regional
7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

Regional
Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Regional
Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Regional
Bos MeMiles Divonis Bebas

Bos MeMiles Divonis Bebas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X