Diduga Mengantuk, Mobil Kades Empat Lawang Masuk Jurang Sedalam 5 Meter

Kompas.com - 12/03/2019, 20:12 WIB
Mobil Kades Empat Lawang, Sumatera Selatan masuk ke dalam jurang sedalam 5 meter lantaran diduga mengantuk saat berkendara, Selasa (12/3/2019). Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, hanya saja, pengemudi dan penumpang menjalani peratawan di rumah sakit. HANDOUTMobil Kades Empat Lawang, Sumatera Selatan masuk ke dalam jurang sedalam 5 meter lantaran diduga mengantuk saat berkendara, Selasa (12/3/2019). Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, hanya saja, pengemudi dan penumpang menjalani peratawan di rumah sakit.

PALEMBANG, KOMPAS.comSebuah mobil jenis Toyota Avanza dengan plat nomor BG 1770 S masuk ke jurang sedalam lima meter, di Desa Muara Payang, Kecamatan Muara Payang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: KNKT Tawarkan Bantuan Investigasi Kecelakaan Ethiopian Airlines

Mobil tersebut diketahui milik Harmaini (50) yang merupakan Kepala Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang

Harmaini diduga mengantuk hingga hilang kendali, sehingga mobil yang ia kendarai bersama Nurhayani (50) masuk ke dalam jurang.

Kapolsek Jarai, Iptu Hedrinadi mengatakan, kedua korban saat ini telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sementara, mobil korban masih dalam proses evakuasi karena masuk ke dalam jurang. 

"Kondisi medannya sulit, karena sangat curam. Sekitar lima meter kedalaman. Untuk kedua korban selamat, sekarang sudah di rumah sakit," kata Hedrinadi, melalui pesan singkat, Selasa.

Baca juga: 4 Kesamaan Fakta Kecelakaan Pesawat Ethiopian ET302 dan Lion Air JT610

Hendrinadi mengatakan, sejumlah alat berat juga sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi mobil tersebut. Hedrinadi menduga, kecelakaan tersebut disebabkan pengemudi yang mengantuk.

"Mobil tersebut melaju dari arah Kota Pagaralam menuju Kabupaten Empat Lawang. Mendadak langsung hilang kendali dan masuk jurang. Kemungkinan sopirnya mengantuk, iya benar (Kades)," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X