Respons Pemkot Bandung soal Temuan Puluhan Mortir di Rumah Warga

Kompas.com - 06/03/2019, 15:24 WIB
Tim Jibom Polda Jabar tengah melakukan penggalian dan penyisiran di lokasi penemuan benda yang diduga granat mortir. sementara ada 87 granat mortir yang ditemukan tertimbun tanah di halaman rumah warga di Jalan Ir H Djuanda, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. KOMPAS.com/AGIEPERMADITim Jibom Polda Jabar tengah melakukan penggalian dan penyisiran di lokasi penemuan benda yang diduga granat mortir. sementara ada 87 granat mortir yang ditemukan tertimbun tanah di halaman rumah warga di Jalan Ir H Djuanda, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mendatangi lokasi penemuan mortir di Jalan IR H Djuanda, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (5/3/2019).

Yana mengaku prihatin dengan dengan adanya temuan puluhan mortir ini. Meski begitu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada aparat yang sudah tanggap mengatasi temuan ini.

"Ya tentunya cukup prihatin dengan adanya kejadian ini, tapi terima kasih aparat sudah tanggap. Mudah-mudahan penemuan ini yang terakhir juga, ya ternyata ini mortir diduga aktif ya, oleh karena itu perlu segera diamankanlah," kata Yana.


Baca juga: Jumlah Mortir Terus Bertambah, Penyisiran Dilanjutkan Tim Jihandak

Ketika disinggung apakah akan dilakukan penyisiran ke tempat lain, Yana mengatakan, hal itu cukup sulit dilakukan.

"Ya kan kalau bicara kolonial, Bandung memang dulu ada kolonial Belanda. Kami juga cukup sulit mendeteksi karena ini juga di pedalaman ya," kata dia.

"Saya enggak tahu kalau dengan sensor metal detector gitu apakah bisa. Karena mungkin saja itu ternyata apa, bisa saja apa. Enggak mungkin se-Bandung kami bongkar kan. Tapi, ini jadi warning-lah, maksudnya bahwa kita juga tinggal di daerah bekas Belanda ya, pernah ada perang juga di sini, minta masyarakat juga waspada saja," tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, penemuan mortir ini berawal dari galian fondasi di halaman rumah tersebut oleh seorang tukang. Awalnya, hanya satu mortir, namun saat digali oleh tim Jibom Polda Jabar, mortir pun bertambah.

Baca juga: Warga Dilarang Dekati Lokasi Penemuan Puluhan Mortir Bandung

 

Sampai saat ini, sudah sekitar 90 mortir yang berhasil diangkat, diduga masih tersisa mortir yang tertimbun di tanah.

Penyisiran mortir pagi ini dilanjutkan tim Jihandak Yonzipur Kodam III Siliwangi. Pengangkatan dilakukan secara manual mengingat kondisi mortir yang lengket berkarat bercampur tanah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X