SMPN Satu Atap di Pamekasan Ogah Kembalikan Iuran UNBK

Kompas.com - 05/03/2019, 21:45 WIB
Siswa SMPN Satu Atap Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan bisa naik kelas dan dapat beasiswa meskipun absen berbulan-bulan. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANSiswa SMPN Satu Atap Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan bisa naik kelas dan dapat beasiswa meskipun absen berbulan-bulan.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Iuran untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMPN Satu Atap Panaguan, Kecamatan Proppo sebesar Rp 150.000 per siswa, tidak akan dikembalikan.

Pasalnya, penarikan iuran itu sudah berdasarkan kesepakatan pihak sekolah dengan seluruh wali murid.

Hal itu disampaikan Kepala SMPN Satu Atap Panaguan, Syamsul Arifin saat ditemui Kompas.com di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Selasa (5/3/2019).

Syamsul mengatakan, iuran untuk UNBK yang sudah terlanjur ditarik tidak akan dikembalikan lagi. Iuran itu untuk pembelian peralatan UNBK. Jika dana itu dikembalikan, pelaksanaan UNBK bisa bermasalah.

"Tidak akan kami kembalikan. Orangtua siswa juga sudah sepakat. Kalau ada yang bilang wali murid keberatan, saya ingin bertemu siapa wali murid itu," kata Syamsul Arifin.

Baca juga: Wakepsek SMP di Pamekasan Kesal Pihak Sekolah Pungut Iuran Rp 150.000 ke Siswa

Syamsul menambahkan, jika iuran itu dikembalikan, biaya operasional sekolah (BOS) tidak akan mampu membiayai. Hal itu sudah pernah dilakukan pada UNBK tahun 2018 lalu.

Ia harus mengeluarkan uang pribadi untuk menutupi biayanya. Bahkan, uang pribadi itu belum dibayar oleh bendahara sekolah sampai hari ini.

"Dulu peralatannya pinjam ke SMKN 3 Pamekasan masih nomboki karena pakai BOS. Apalagi tanpa iuran, maka sulit bisa merealisasikan UNBK," imbuhnya.

Terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana BOS dari Bambang Irianto, salah satu guru SMPN Satu Atap Panaguan, Syamsul ingin minta bukti. Sebab, selama dirinya menjabat sebagai kepala sekolah, penggunaan dana BOS sudah dilaksanakan secara transparan.

Begitu pula terkait dugaan pemanfaatan beasiswa dari Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) oleh sekolah, Syamsul juga membantahnya.

Menurut Syamsul, PIP dan BKSM tetap diserahkan kepada siswa yang menerimanya. Kecuali bagi siswa yang sudah lulus, beasiswa diambilkan oleh siswa yang belum lulus. Sebab, siswa yang sudah lulus, banyak yang tidak bisa datang sendiri ke bank saat pencarian.

"Memang ada PIP dan BKSM yang dibagi dua oleh siswa yang menerima dan yang mewakili saat pencairan. Tapi itu bukan atas inisiatif sekolah, melainkan dari orangtua mereka," kata Syamsul.

Sebelumnya, salah satu guru SMPN Satu Atap Panaguan, Bambang Irianto mengatakan, penarikan iuran Rp 150.000 per siswa untuk pelaksanaan UNBK dikeluhkan wali murid.

Baca juga: Ombudsman Terima Laporan Praktik Pungutan Siswa di Sumedang

Bahkan, disebutkan banyak siswa yang akan mengundurkan diri tidak ikut UNBK karena dipungut bayaran. Selain itu, ada dugaan penyalahgunaan BOS, PIP dan BKSM.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X