Ombudsman Terima Laporan Praktik Pungutan Siswa di Sumedang

Kompas.com - 10/07/2018, 20:15 WIB
Ilustrasi PPDB Provinsi Jawa Barat Dok. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa BaratIlustrasi PPDB Provinsi Jawa Barat

BANDUNG, KOMPAS.com - Ombudsman menerima laporan indikasi praktik pungutan siswa berdasarkan sistem zonasi di wilayah Kabupaten Sumedang.

"Sejauh ini kami menerima satu pengaduan di Kabupaten Sumedang, untuk SMP," kata Asisten Ombudsman Sartika Dewi yang ditemui di Kantor Ombudsman Jabar, Kota Bandung, Selasa (10/7/2018).

Namun, pihaknya masih harus memastikan kebenaran laporan tersebut dengan menanyakannya langsung kepada sekolah dan pemerintah setempat.

"Ini belum dipastikan, laporannya sedang proses tapi sudah kami terima (laporannya). Ada praktik pungutan siswa masuk berdasarkan sistem zonasi itu," katanya.

"Kami sedang verifikasi pastikan dan koordinasikan ke pihak sekolah dan pemerintah setempat apakah betul itu terjadi, kami juga ingin ada investigasi lebih lanjut dari Pemda setempat," jelasnya.

Baca juga: Ganjar: Kalau Menipu Pakai SKTM Bisa Pidana Lho...

Meski begitu, pihaknya memastikan bahwa pelapor adalah korban.

"Pada saat itu NEM-nya (siswa) berdasarkan info sekolah tak dimungkinkan masuk dan harus masuk ke yang lain, tapi ternyata pas ada pengumuman NEM si anak masuk di situ. Dugaanya ada praktik itu," tuturnya.

Selain itu, Ombudsman menerima laporan banyaknya keluhan terkait penerapan sistem Warga Penduduk Setempat (WPS).

Banyaknya anak yang tidak ter-cover dalam pelaksanaan sistem zonasi dikarenakan tidak meratanya penyebaran sekolah dalam suatu wilayah tertentu.

"Kami menemukan banyak laporan dan temuan penggunaan sistem zonasi bermasalah antara alamat di kartu keluarga dengan titik koordinat jarak yang ditetapkan berbeda, itu jauh atau tidak masuk akal kalau dilihat perbandingan di google maps," jelasnya.

"Kita langsung lakukan RCO (reaksi cepat Ombudsman) dan datangi sekolah dan koordinasi Disdik, akhirnya semua data siswa itu dihapus ternyata ada kesalahan input," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cicilan Mobil Sang Mantan Berujung Pembunuhan...

Cicilan Mobil Sang Mantan Berujung Pembunuhan...

Regional
Kronologi Penangkapan Pelaku Dana Nasabah BNI Ambon, 2 Tersangka Keluar Rumah Saat Gempa

Kronologi Penangkapan Pelaku Dana Nasabah BNI Ambon, 2 Tersangka Keluar Rumah Saat Gempa

Regional
20 Truk Tonase Kena Tilang karena Masuk Kota di Pekanbaru

20 Truk Tonase Kena Tilang karena Masuk Kota di Pekanbaru

Regional
Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Regional
Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Regional
Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Regional
Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X