Wakepsek SMP di Pamekasan Kesal Pihak Sekolah Pungut Iuran Rp 150.000 ke Siswa

Kompas.com - 04/03/2019, 21:38 WIB
Bambang Irianto, Wakil Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Panaguan Kecamatan Proppo saat membeberkan beberapa data penggunaan dana BOS di sekolahnya. Kode Penulis : KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANBambang Irianto, Wakil Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Panaguan Kecamatan Proppo saat membeberkan beberapa data penggunaan dana BOS di sekolahnya.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Wakil Kepala SMP Negeri Satu Atap Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Bambang Irianto kesal terhadap tindakan pihak sekolahnya yag menarik iuran kepada para siswa menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK).

Bambang mengatakan, para siswa di sekolahnya ditarik iuran masing-masing Rp 150.000.

Penarikan iuran itu dikeluhkan wali murid dan komite sekolah. Sebab, di beberapa sekolah lainnya, tidak ada penarikan iuran apapun karena sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Saya sudah muak dengan kondisi di sekolah ini. Sebab, banyak sekali praktik penyelewengan uang yang terjadi. Apalagi, para siswa yang dikorbankan dengan melakukan penarikan sumbangan. Padahal, di sekolah sudah ada dana BOS," ujar Bambang saat ditemui di SMP Negeri Satu Atap Panaguan, Senin (4/3/2019).

Baca juga: Berkat Iuran Guru dan Siswa, Pemprov Jateng Bangun SD di Lombok

Bambang juga mempertanyakan penggunaan dana BOS yang dia sebut tidak transparan.

Bambang menyebut, mantan kepala sekolah atas nama Azzahri, sempat mengembalikan uang BOS sebesar Rp 2 juta dan komite sekolah diberi Rp 500.000. Namun, uang itu dikembalikan ke sekolah.

"Tahun 2015 ribut soal BOS. Setelah ribut, ada pengembalian uang dari Kasek dan komite sekolah. Alasan komite mengembalikan, karena tidak tahu maksud uang yang diberi kepala sekolah untuk apa. Sedangkan mantan kepala sekolah mengembalikan, karena tidak ingin ramai-ramai," terang Bambang.

Selain soal BOS, Bambang mengatakan ada masalah terkait bantuan pendidikan untuk siswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Batuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) oleh pihak sekolah.

"Ada 26 siswa yang sudah berhenti, tapi bantuan PIP dan BKSM masih diambil sekolah. Entah bantuan itu siapa yang memanfaatkan saya tidak tahu. Ketika ditanya ke wali murid, ada yang hanya diberi Rp 400 .000," ungkap Bambang.

Baca juga: Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Bertambah Jadi 96,8 Juta Jiwa

Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Tayyib mengatakan, penarikan uang iuran kepada murid tidak dibenarkan oleh aturan. Pihaknya akan meminta sekolah untuk mengembalikannya kepada seluruh murid.

Sedangkan dugaan penyelewengan beasiswa dan BOS, pihaknya masih akan mendalami kembali.

"Kepala sekolahnya sedang ada di luar kota. Makanya, saya mewakili dari Disdik Pamekasan agar iuran dikembalikan. Sedangkan untuk BOS, PIP dan BKSM masih akan kami dalami dulu seperti apa masalahnya," ungkap Tayyib.

Kepala SMPN Satu Atap Panaguan, Syamsul Arifin beberapa kali dihubungi tidak merespon. Terakhir, pukul 17.55 WIB saat dikonfirmasi lagi, belum juga ada respon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Pangkal Pinang, Pagar Rumah Sakit Ambruk

Hujan Disertai Angin Kencang di Pangkal Pinang, Pagar Rumah Sakit Ambruk

Regional
Hendak Menembak Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Mati Polisi

Hendak Menembak Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Mati Polisi

Regional
Seorang Mahasiswi di Makassar Ditemukan Tewas Dalam Kamar, Ternyata Dibunuh Kekasih

Seorang Mahasiswi di Makassar Ditemukan Tewas Dalam Kamar, Ternyata Dibunuh Kekasih

Regional
Atap Kelas SDN Ambruk, Anggota DPRD Jember Sebut karena Lelang “Gila-gilaan”

Atap Kelas SDN Ambruk, Anggota DPRD Jember Sebut karena Lelang “Gila-gilaan”

Regional
Pemohon SIM di Polres Gresik Harus Lolos Tes Psikologi

Pemohon SIM di Polres Gresik Harus Lolos Tes Psikologi

Regional
Curi Celana Dalam dan Sabun di Minimarket, Pria Ini Ditangkap

Curi Celana Dalam dan Sabun di Minimarket, Pria Ini Ditangkap

Regional
Warga Ramai-ramai ke DPRD DIY Cari Bantuan Hukum Gratis

Warga Ramai-ramai ke DPRD DIY Cari Bantuan Hukum Gratis

Regional
Karung Pasir Ditumpuk Cegah Longsor Susulan di Jalan Penghubung Balikpapan-Samarinda

Karung Pasir Ditumpuk Cegah Longsor Susulan di Jalan Penghubung Balikpapan-Samarinda

Regional
Emil Dardak Curhat Terlambat karena Jalan ke Jember Sempit, Langsung Telepon Kementerian PU

Emil Dardak Curhat Terlambat karena Jalan ke Jember Sempit, Langsung Telepon Kementerian PU

Regional
Oded Sebut Rusuh Saat Penggusuran Tamansari akibat Provokasi dari Luar

Oded Sebut Rusuh Saat Penggusuran Tamansari akibat Provokasi dari Luar

Regional
Disaksikan Istri, Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau

Disaksikan Istri, Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau

Regional
Melihat Indahnya Setigi Gresik, Istana Batu Kapur Perpaduan Honai Papua

Melihat Indahnya Setigi Gresik, Istana Batu Kapur Perpaduan Honai Papua

Regional
Polda Jabar Selidiki Video Polisi Pukul Penolak Penggusuran Tamansari

Polda Jabar Selidiki Video Polisi Pukul Penolak Penggusuran Tamansari

Regional
Satgas Tinombala Buru Mujahidin Indonesia Timur, Penembak Anggota Brimob di Parigi

Satgas Tinombala Buru Mujahidin Indonesia Timur, Penembak Anggota Brimob di Parigi

Regional
Temukan Jejak Harimau di Riau, BBKSDA Beberkan Cara Hindari Serangan

Temukan Jejak Harimau di Riau, BBKSDA Beberkan Cara Hindari Serangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X