Korupsi Proyek Paving Rp 3,5 Miliar, Pegawai Pelindo III Dipenjara 4 Tahun

Kompas.com - 01/03/2019, 08:33 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang pegawai BUMN PT Pelindo III dieksekusi jaksa Pengadilan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Kamis (28/2/2019) sore.

Dewi Yulianti (43) dieksekusi atas putusan Mahkamah Agung yang memvonisnya penjara 4 tahun dalam perkara korupsi proyek paving senilai Rp 3,5 miliar.

"Proses eksekusi berjalan lancar tanpa perlawanan. Dia dieksekusi saat berada di kantornya di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Lingga Nuarie, saat dikonfirmasi.

Dewi Yulianti dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 2403 K/ Pid.Sus/ 2018 tanggal 22 Januari 2019.

"Terpidana langsung dibawa ke Lembaga Pemaayarakatan Khusus Wanita di Kota Malang untuk menjalani hukuman," jelasnya.

Baca juga: KPK: 80 Persen Kasus Korupsi yang Libatkan Kepala Daerah Terjadi di Sektor Barang dan Jasa

Amar putusan Mahkamah Agung menyebut Dewi Yulianti terbukti bersalah melanggar UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Majelis hakim di tingkat kasasi memvonisnya dengan hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Praktik korupsi paving dilakukan Yulianti pada 2011. Saat itu, dia menjabat sebagai pengawas proyek di PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak Surabaya.

Selain Yulianti, pegawai lain juga terlibat, yakni Budi Wahono yang saat ini sudah masuk masa pensiun. Serta sejumlah pegawI PT Rafindo Putra Pratama Jaya, yang merupakan rekanan PT Pelindo III dalam proyek tersebut.

Baca juga: Ungkap Kendala Pemberantasan Korupsi di Jatim, Khofifah Soroti Pengawasan Dana Desa

Vice President Corporate Communication PT Pelindo III, R Suryo Khasabu, membenarkan salah seorang pegawai PT Pelindo III dieksekusi jaksa pada Kamis sore. "

Itu kasus lama. Saat ini yang bersangkutan hanya pegawai biasa di Pelindo III," jelasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD Adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD Adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Regional
Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Regional
Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Regional
Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Regional
Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Regional
Ribuan Lebah 'Odeng' Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Ribuan Lebah "Odeng" Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X