4 Fakta Dugaan Pemerkosaan dan Perampokan Bidan Y di Ogan Ilir

Kompas.com - 23/02/2019, 12:51 WIB
Petugas Inafis Polres Ogan Ilir melakukan upaya pencarian sidik jari pelaku perampokan dan pemerkosaan seorang bidan desa di Ogan IIir Selasa (19/2/2019) dini hari kemarinKOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Petugas Inafis Polres Ogan Ilir melakukan upaya pencarian sidik jari pelaku perampokan dan pemerkosaan seorang bidan desa di Ogan IIir Selasa (19/2/2019) dini hari kemarin

KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan menemukan dua bukti baru yang mengindikasikan bidan Y tidak mengalami pemerkosaan oleh pelaku perampokan.

Kedua bukti tersebut terungkap saat hasil laboratorium forensik tidak menunjukkan bekas sperma.

Kemudian, polisi juga tidak menemukan jejak kaki di halaman depan rumah korban yang saat itu kondisinya becek.

Jika korban berbohong atas kasus yang menimpanya, maka polisi akan memaafkannya.

Baca fakta baru terkait kasus bidan Y di Ogan Ilir:

1. Polisi temukan sejumlah kejanggalan

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan terkait seorang bidan di Kabupaten Ogan Ilir yang mengaku menjadi korban pemerkosaan, Jumat (22/2/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan terkait seorang bidan di Kabupaten Ogan Ilir yang mengaku menjadi korban pemerkosaan, Jumat (22/2/2019).

Polda Sumatera Selatan menemukan keganjilan atas kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang bidan Y di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari hasil uji laboratorium forensik, petugas tidak menemukan bercak sperma yang mengindikasikan tindakan pemerkosaan terhadap Y.

"Kami prihatin, dari labfor pengolahan secara ilmiah, kami lihat di badan korban apakah ada sperma, ternyata tidak ada sperma. Dengan demikian, hasil secara ilmiah kasus pemerkosaan itu tidak ada," kata Zulkarnain, Jumat (22/2/2019).

Selain itu, Zulkarnain mengatakan, penyidik juga tidak menemukan jejak kaki dari rumah tempat korban diduga diperkosa.

"Di depan rumah korban itu becek, tetapi sama sekali tidak ada jejak kaki selain korban. Keterangan dari korban kan ada lima orang, tetapi tidak ada jejak selain dari korban di rumah, di dinding-dinding atau tembok juga tidak ada. Padahal di depan itu becek, itu hasil olah TKP," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Temukan Keganjilan Kasus Dugaan Pemerkosaan Bidan di Ogan Ilir

2. Polisi akan memaafkan jika Y buat laporan palsu

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain mengaku akan memafkan bidan Y jika terbukti membuat laporan palsu atas dugaan pemerkosaan.

"Kalau laporan palsu, kami memaafkan, depan rumahnya korban itu becek, setelah dicek TKP tidak ada tanda jejak kaki selain korban, begitu juga di dalam," kata Zulkarnain.

Zulkarnain menjelaskan, berdasarkan hasil laboratorium forensik juga tidak menemukan adanya kerusakan di pintu rumah korban.

Selain itu, di ranjang dan tubuh korban juga tidak ditemukan sperma oleh penyidik.

"Baju korban pun sudah dicuci setelah kejadian. Semestinya, kan, tidak begitu, yang mencuci baju tersebut juga korban sendiri. Di ranjang juga tidak ditemukan sisa sperma atau rambut, pasti ada rambut yang jatuh jika ada aksi pemerkosaan," ujarnya.

Baca Juga: Jika Terbukti Buat Laporan Palsu, Bidan yang Mengaku Diperkosa Akan Dimaafkan

3. Polisi akan cocokkan hasil visum dan olah TKP 

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Meski demikian, hasil olah TKP akan dicocokkan dengan hasil visum dari bidan Y untuk indikasi kasus pemerkosaan tersebut.

" Laporan ke kami itu atas kasus pemerkosaan, tetapi secara ilmiah kasus itu tidak ditemukan. Korban memang mengalami luka lebam di wajah, nanti kami cocokkan dengan hasil visum," kata Zulkarnain.

Adapun, bidan Y melaporkan dirinya telah mengalami pemerkosaan dan perampokan pada Selasa (19/2/2019) dini hari.

Para pelaku disebut masuk dari jendela samping dengan mencongkel kunci jendela kantor di sisi jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir kilometer 13.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Pemerkosaan Bidan Y, Diduga Pelaku 5 Orang hingga Korban Alami Trauma

4. Bidan Y masih alami trauma

Kasubbid Yanmed Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Dr Yunita mengatakan, kondisi bidan Y yang menjadi korban pemerkosaan, pada hari pertama menjalani perawatan  masih mengalami trauma berat dan enggan untuk bercerita, sat ini kondisi korban sudah berangsur pulih.
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kasubbid Yanmed Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Dr Yunita mengatakan, kondisi bidan Y yang menjadi korban pemerkosaan, pada hari pertama menjalani perawatan masih mengalami trauma berat dan enggan untuk bercerita, sat ini kondisi korban sudah berangsur pulih.

Bidan Y yang diduga menjadi korban pemerkosaan masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (21/2/2019).

Kasubbid Yanmed Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Dr Yunita mengatakan, bidan Y masih kerap dibayang-bayangi kejadian pemerkosaan yang dialami korban. 

"Tadi konsul ke psikiater, mengurangi trauma secara psikis, saat ini dikeluhkan masih rasa ada takut terhadap malam. Menjelang malam sudah takut, takut memejamkan mata dan teringat kejadian itu waktu hendak tidur, dinyatakan reaksi stres akut," kata Yunita, di RS Bhayangkara, Palembang.

Baca Juga: Bidan Korban Pemerkosaan Masih Ketakutan Ketika Malam

Sumber: KOMPAS.com (Aji YK Putra)



Close Ads X