Jembatan Penghubung Banten-Jakarta Segera Dibangun, Ditargetkan Rampung 2020

Kompas.com - 23/02/2019, 08:27 WIB
Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Pulau C dan PIK 2 masih berlanjut di kawasan Dadap, Tangerang, Rabu (17/7/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DProyek pembangunan jembatan penghubung antara Pulau C dan PIK 2 masih berlanjut di kawasan Dadap, Tangerang, Rabu (17/7/2018).

KOMPAS.com — Jembatan sepanjang 1,4 kilometer yang menghubungkan Provinsi Banten dan DKI Jakarta akan segera dibangun.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementrian PUPR sedang melakukan uji tiang pancang dari perencanaan pembangunan jembatan penghubung ini.

Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Provinsi Banten Nurmutaqin mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Tangerang dan Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan izin pembangunan jembatan yang berada di Pulau C Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, dan Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

"Izin yang sudah terbit adalah izin mendirikan prasarana (IMP) dari DKI Jakarta, izin mendirikan bangunan (IMB) dari Kabupaten Tangerang dan persetujuan pembangunan jembatan dari Pak Gubernur Banten," kata Mutaqqin saat melakukan supervisi dan meninjau lokasi pembangunan jembatan tersebut di Pulau C Kamal Muara Penjaringan Jakarta Utara, Senin (18/2/2019).

Dia menuturkan, anggaran pembangunan jembatan penghubung DKI Jakarta-Banten tersebut dikeluarkan oleh pihak swasta yakni PT Kukuh Mandiri Lestari.

Setelah pembangunannya selesai, jembatan itu akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Banten dan DKI Jakarta sesuai kewenangan di masing-masing wilayah.

"Jembatan ini dibangun oleh PT Kukuh Mandiri Lestari dan setelah selesai akan diserahkan ke pemerintah menjadi milik pemerintah. Nanti fungsinya bukan hanya milik PT Kukuh, melainkan juga masyarakat umum," katanya.

Dia menambahkan, jalan ini nantinya akan tersambung dengan jalan Provinsi Banten atau yang disebut Jalan Cincin dari Dadap, Tangerang, terus sampai ke Tanara, Tirtayasa, Pontang, sampai kawasan Kesultanan Banten.

Dia mengatakan, selama pembangunan pihaknya meyakini tidak akan mengganggu aktivitas warga yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan. Sebab, menurut dia, sejauh ini warga bersama pengembang selalu berjalan bersama-sama dan nantinya dibuatkan alur untuk para nelayan.

"Proses pembangunan jembatan dan operasional jembatan tidak mengganggu aktivitas nelayan. Nelayan akan disiapkan alur pelayaran dengan cara pengerukan lumpur. Lokasi pembangunan jembatan juga tidak mengganggu hutan mangrove dan tidak menggusur kawasan permukiman warga," katanya.

Menurut dia, dari segi ekonomi, masyarakat Banten secara umum sangat diuntungkan dengan pembangunan jembatan itu mengingat jembatan tersebut nanti sebagai alternatif jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang akan memperpendek jarak dan waktu tempuh.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X