Dewan Pers dan AJI Jadi Saksi Sidang Dugaan Penganiayaan Jurnalis Bangkalan

Kompas.com - 18/02/2019, 22:43 WIB
Sidang kasus dugaan penganiayaan jurnalis Bangkalan dihadiri saksi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Dewan Pers di Pengadilan Negeri Bangkalan, Senin (18/2/2019). Dokumen AJI SurabayaSidang kasus dugaan penganiayaan jurnalis Bangkalan dihadiri saksi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Dewan Pers di Pengadilan Negeri Bangkalan, Senin (18/2/2019).

BANGKALAN, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Bangkalan, Jawa Timur kembali menggelar sidang kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan jurnalis Radar Madura, Ghinan Salman pada Senin (18/2/2019).

Agenda sidang hari ini, mendengarkan keterangan saksi dari Aliansi Jurnalis Independen ( AJI) Surabaya, Prastyo Wardoyo dan ahli pers dari Dewan Pers, Herlambang Wiratraman.

Prasto Wardoyo, di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Hananta membenarkan soal keanggotaan Ghinan Salam di AJI Surabaya.

Bahkan, Ghinan sudah mengantongi sertifikat sebagai jurnalis yang berkompeten. Menurut Prasto, yang dilakukan Ghinan sudah berdasarkan Undang-Undang RI nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Baca juga: Dirjen PAS Janji Bawa Surat Jurnalis Bali agar Jokowi Batalkan Remisi Susrama

"Apa yang dilakukan Ghinan di kantor dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangkalan pada 20 September 2016 lalu tidak salah menurut UU Pers dan kode etik jurnalistik," terang Prasto, seperti ditulis AJI Surabaya dalam rilis tertulisnya kepada Kompas.com, Senin (18/2/2019). 

Prasto menambahkan, berubahnya peliputan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan dinas PUPR kepada liputan ASN yang sedang bermain pingpong di saat jam kerja, juga tidak salah. Sebab, insting jurnalis bisa muncul di saat ada ASN bermain pimpong di jam kerja yang dianggap janggal.

Prasto membantah pernyataan hakim yang menganggap kasus ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, tanpa harus dipidana. Anggapan itu, menurut Prasto, akan memicu kekerasan yang lain pada jurnalis di beberapa daerah. Bahkan bisa membungkam jurnalis untuk menyampaikan informasi secara benar kepada publik.

Baca juga: AJI Harap Polemik Remisi untuk Pembunuh Wartawan Jadi Pelajaran Pemerintah

Sementara itu, saksi ahli dari Dewan Pers, Herlambang Wiratraman menjelaskan, peristiwa yang menimpa Ghinan Salman merupakan penghambatan pada kerja-kerja jurnalis sehingga Ghinan tidak bisa menjalankan fungsinya.

"Ghinan mendapatkan petunjuk awal yang seharusnya dikonfirmasikan ke pihak terkait. Namun upaya itu gagal setelah diintimidasi dan ada tindakan kekerasan kepada Ghinan,” kata Herlambang.

Terdakwa, menurut Herlambang, memiliki implikasi hukum berupa pelanggaran Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Unsur dalam pasal ini yaitu, menghambat atau menghalangi kegiatan mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan infomasi menjadi terhambat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X