Jelang Tutup, Ribuan Santri di Jombang Belum Urus Form Pindah Memilih

Kompas.com - 14/02/2019, 17:10 WIB
Petugas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang Jawa Timur, melayani warga yang mengurus dokumen pindah memilih. Layanan pindah memilih dibuka KPU Jombang, hingga 17 Februari 2019. KOMPAS.com/HANDOUT KPU JOMBANGPetugas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang Jawa Timur, melayani warga yang mengurus dokumen pindah memilih. Layanan pindah memilih dibuka KPU Jombang, hingga 17 Februari 2019.

JOMBANG, KOMPAS.com - Mendekati batas akhir pelayanan pindah lokasi memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang Jawa Timur, baru menerbitkan belasan form A5.

Form A5 merupakan dokumen pindah tempat memilih bagi pemilih di luar tempat tinggalnya. Pelayanan pindah memilih dibuka hingga 17 Februari 2019.

Anggota KPU Jombang, Abdul Wadud Burhan Abadi mengatakan, posko pelayanan pindah memilih yang dibuka KPU Jombang telah menerima kunjungan dan konfirmasi dari puluhan orang terkait persyaratan pindah lokasi memilih.

Dari kunjungan dan konfirmasi puluhan orang pemilih yang akan mengurus dokumen pindah memilih, hingga Rabu (13/2/2019), KPU Jombang baru menerbitkan 18 form A5.

"Kalau yang datang dan konfirmasi lewat telepon, ada puluhan. Sekitar tiga puluhan lebih. Tapi baru 18 orang yang kami beri Form A5," kata Burhan, saat ditemui di kantor KPU Jombang.

Baca juga: KPU Sediakan Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Komisioner bidang data di KPU Jombang ini tak menampik adanya potensi ribuan pemilih dari kalangan santri asal luar daerah yang mondok dan belajar di sejumlah pesantren di Jombang.

Namun, ujar Burhan, sejauh ini pemilih yang mengajukan pindah lokasi memilih didominasi kalangan masyarakat umum.

"Kebanyakan dari masyarakat umum. Kalau kalangan santri, belum," katanya.

Dijelaskan, KPU Jombang melayani pengajuan pindah memilih sampai dengan 17 Februari 2019. Para pemilih dari luar daerah bisa mengajukan dokumen perpindahan lokasi memilih jika memiliki alasan, antara lain sedang bekerja, menimba ilmu atau menjadi narapidana.

Alasan lainnya yang diperbolehkan untuk mengajukan form A5, diantaranya pemilih adalah pengungsi bencana alam, pindah tempat tinggal, atau dirawat di panti sosial atau rehabilitasi.

"Jika memenuhi unsur alasan pindah memilih, silahkan datang ke KPU tujuan dengan membawa KTP (e-KTP) dan KK (Kartu Keluarga). Yang paling penting, pastikan dulu sudah masuk DPT apa belum," jelas Burhan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Ayah Perkosa Anak Tiri hingga 18 Kali, Polisi: Anak Perempuan Harus Tidur Terpisah

Kasus Ayah Perkosa Anak Tiri hingga 18 Kali, Polisi: Anak Perempuan Harus Tidur Terpisah

Regional
Duduk Perkara Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli, Modus Pakai Sistem Duet di Facebook

Duduk Perkara Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli, Modus Pakai Sistem Duet di Facebook

Regional
Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Sherly Siswa SD Wakatobi Asal Papua Tak Bisa Ikuti Ujian karena Masalah Administrasi

Regional
Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Sosok Nina Azzahra, Siswa SMP yang Berani Kirim Surat Protes ke PM Australia dan Kanselir Jerman

Regional
Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Bandar Judi Culik Siswi SMA, Jadi Buron dan Ditembak Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

[POPULER NUSANTARA] Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling | Hilang 2 Bulan Pelajar SMA Ditemukan Tinggal Tengkorak

Regional
Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Kisah Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya karena Tak Ada Biaya Sewa Ambulans

Regional
4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

4 Kasus TNI Gadungan: Motif Tiduri 16 Perempuan hingga Gasak 17 Motor

Regional
5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

5 Fakta Pelajar SMA Hilang 2 Bulan, Ditemukan di Sungai hingga Tinggal Tengkorak

Regional
TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

TNI Gadungan yang 7 Tahun Bohongi Istri Dibebaskan

Regional
Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Pastikan Trem Beroperasi di Semarang, Wali Kota Akan Temui Dirut KAI

Regional
Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Ahli Sebut Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD di Samarinda Sumir

Regional
Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Parkir Beli Opor, Pengendara Ini Tiba-tiba Teriak Ular Tambang di Mesin Motornya

Regional
Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Pemprov Diminta Kebut Proyek-proyek Nasional di Jawa Barat

Regional
Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Minimalisasi Konflik dengan Manusia, Gajah Liar Dipasangi GPS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X