Sajjad, "Immigratoir" Asal Afghanistan yang Bakar Diri Meninggal

Kompas.com - 13/02/2019, 19:58 WIB
Dua imigratoir asal Afghanistan saat ditemui wartawan di ruang tahanan, di Rudenim Manado, Senin (11/2/2019). KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYDua imigratoir asal Afghanistan saat ditemui wartawan di ruang tahanan, di Rudenim Manado, Senin (11/2/2019).

MANADO, KOMPAS.com - Sajjad (24), salah satu immigratoir asal Afghanistan yang bakar diri di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado akhirnya meninggal dunia, Rabu (13/2/2017).

Jenazahnya dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah, RSUP Prof Kandou Malalayang, Manado, pukul 16.30 Wita.

Sajjad melakukan aksi bakar diri pada Kamis (7/2/2019) pekan lalu, kemudian dilarikan ke RSUP Kandou Manado. Sajjad dirawat di ruang Irena A.

Menurut keterangan petugas rumah sakit, Sajjad meninggal pada pukul 14.32 Wita. Pihak rumah sakit baru memberitahu ke teman-temannya soal kematian Sajjad pada pukul 15.36 Wita.

Baca juga: Immigratoir Asal Afghanistan Mogok Makan, 2 Orang Bakar Diri

Pantauan Kompas.com, ratusan mahasiswa dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang merupakan teman Sajjad berkumpul di Instalasi Pemulasaran Jenazah.

Pada pukul 17.01 Wita, jenazah dinaikan ke dalam mobil ambulans dan menuju Masjid Pendidikan Ulil Albab Unsrat untuk dishalatkan. Jenazah tiba di Masjid Pendidikan Ulil Albab Unsrat pada pukul 17.19 Wita.

Di sana, ratusan mahasiswa sudah berkumpul di depan masjid. Keluarga Sajjad juga sudah ada di lokasi.

Kepala Rudenim Manado Arthur Mawikere mengatakan, pihaknya sudah rapat dengan dosen, mahasiswa HMI, dan instansi terkait.

"Kami mau laporkan ke rutan dulu. Pihak keluarga sudah diberikan izin melihat jenazah," katanya saat dihubungi Kompas.com via telepon, Rabu.

"Rencana kubur besok. Kami masih lakukan koordinasi. Juga melakukan koordinasi dengan kedutaan saat ini," ujar Arthur.

Sajjad merupakan alumni Unsrat. Ia meraih sarjana teknik informatika di Fakultas Teknik Unsrat. Di Rudenim Manado, ada beberapa keluarganya.

Dengan meninggalnya Sajjad, jumlah immigratoir asal Afghanistan di Rudenim Manado saat ini tinggal 11 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X